Halaman Depan
logo
Konsultasi
Selasa, 31 Agustus 2010
Assallamualaikum wr.wb Saya mau tanya kembali mengenai Haji Badal. Saya dan suami berniat membadalkan kedua orang tua yg sdh tiada tetapi kami belum sama sekali menjalankan Umrah / Haji. Apa boleh kami membadal kan beliau? Dan yg ke-2 : Saya sedang belajar membaca Al...
Baca selengkapnya

Senin, 30 Agustus 2010
Assalamualaikum, Ustadz. Istri saya pernah mendengar ucapan seorang kyai di kampung bahwa katanya nggak boleh hubungan suami istri di malam ied. Katanya seumpama berhubungan dan mempunyai keturunan anaknya kena penyakit apalah. Mohon penjelasannya. Syukron.
Baca selengkapnya

Selasa, 17 Agustus 2010
Assalamu'alaikum wr. wb.Saya mau bertanya : 1. apakah ada tuntunan Alquran dan hadist bahwa selama ibu hamil harus menggantungkan gunting/ peniti dengan maksud melindungi bayi dari gangguan syaitan? 2. bagaimana perlakuan thp ari-ari bayi yang baru dilahirkan menurut...
Baca selengkapnya

Lainnya :
Taujih
Kamis, 01 Maret 2007

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr : 18)

Dalam rangka menyambut dan bukan memperingati atau merayakan tahun baru Hijriyah, berikut ini beberapa hal yang hendaknya dilakukan oleh ummat Islam:

Pertama. Setiap orang Islam senantiasa dengan bangga menunjukkan jati diri keislamannya, antara lain –dalam konteks ini- dengan lebih mengutamakan penggunaan kalender Hijriyah sebagai salah satu identitas ummat pengikut Rasulullah Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam.

Katakanlah: "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Islam (yang berserah diri kepada Allah)". (QS. Ali Imran : 64)

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata  : "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Islam (yang berserah diri)?" (QS. Fushshilat : 33)

Baca selengkapnya

Kajian
Kamis, 24 Juli 2008

1.  Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, 2.  Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3.  Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. 4.  Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5.  Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 6.  Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku."

Surat ini adalah surat makkiyah, surat yang diturunkan pada periode Makkah, meskipun ada juga pendapat yang menyebutkan bahwa, surat ini turun pada periode Madinah. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa, surat ini adalah surat penolakan (baraa’) terhadap seluruh amal ibadah yang dilakukan oleh orang-orang musyrik, dan yang memerintahkan agar kita ikhlas dalam setiap amal ibadah kita kepada Allah, tanpa ada sedikitpun campuran, baik dalam niat, tujuan maupun bentuk dan tata caranya. Karena setiap bentuk percampuran disini adalah sebuah kesyirikan, yang tertolak secara tegas dalam konsep aqidah dan tauhid Islam yang murni.

Baca selengkapnya

Lainnya :
Tazkiyah
Kamis, 24 Juli 2008

Sebagaimana sudah saya singgung sebelumnya, penyakit hati pada dasarnya berpangkal pada dua hal: syubhat dan syahwat. Syubhat berarti lemahnya ilmu dan pemahaman, sedangkan syahwat berarti kuatnya hasrat untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Kini saya akan memberikan satu resep jitu untuk bisa mengatasi dua hal tersebut sekaligus. Resep tersebut adalah Al-Qur’an.

Al-Qur’an bisa menghilangkan syubhat yang ada dalam hati kita karena ia berisi bayyinat (berbagai macam penjelasan yang terang) dan burhan (argumen-argumen yang kuat). Al-Qur’an menjelaskan kepada kita dengan amat jelas dan gamblang segala yang haq dan segala yang bathil. Dengan demikian akan hilanglah berbagai macam syubhat.

Al-Qur’an juga mengandung berjuta-juta hikmah, mau’izhah, ibrah, ajakan zuhud, motivasi ukhrawi, dan kisah-kisah yang menggugah. Semua itu akan meningkatkan kekuatan iman yang ada dalam dada kita, sehingga kita pun memiliki daya kekang yang lebih kuat terhadap berbagai macam syahwat.

Baca selengkapnya

Lainnya :

Copyright at KonsultasiSyariah.Net
Dipersilakan menyalin isi web dengan mencantumkan sumber dan penulisnya