logo
Konsultasi

Cari

Talak
Pernikahan & Keluarga - Sabtu, 18 Mei 2013


Pertanyaan

pak ustadz saya ingin mengajukan pertanyaan,langsung saja.
sbelumnya rumah tangga kami bahagia, dan setelah istri saya memaksa saya untuk mengijinkan menjadi TKW di luar negri.
rumah tangga kami sering mengalami cekcok
dan pada saat cekcok saya sering mengucap kata2 seperti ini:
kalau memang kamu sudah tidak bisa di bilangin,y udah,mulai skarang kita tidak usah berhubungan lagi, kita mungkin memang sudah tidak bisa bersama lagi,y sudah kita berpisah saja.

kata2 seperti itu apa kah saya sudah menjatuhkan talak?padahal dari dalam hati saya tidak ada sekalipun niat untuk menceraikan istri,dan pada saat itu saya keadaan sangat marah sekali terhadap istri,jujur saya sendiri orangnya egois sedang istri saya keras kepala.saya berkata demikian hanya ingin memperingatkannya saja.agar tidak mengulangi kesalahannya lagi.

saya sangat mencintai istri saya tapi mungkin istri saya juga berfikir kalau itu sudah termasuk ucapan talak.dan dia bersikeras ingin di ceraikan saja.padahal saya masih ingin mempertahankan rumah tangga kami.

jadi apakah sudah jatuh talak saya.dan kalaupun sudah,apa yang harus saya lakukan dan masih adakah rujuk.kalaupun ada bagaimana caranya sementara istri saya ada di luar negri.
sekian pertanyaan dari saya dan m0h0n atas jawabannya.
untuk menunjukan pada istri saya apa itu sudah termasuk talak apa tidak.jujur saya sangat takut sekali.terimakasih sebelumnya.

wassalam...

(rohman fanji di banyuwangi)



Jawaban

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Talak adalah hak bagi seorang suami, dan untuk proses talak ada 2 lafadz/kata yang dipakai untuk menjatuhkan talak ;

1. shariih/jelas menunjukkan arti talak, seperti " anda saya cerai, anda saya talak ". Jika seorang suami mengucapkan kata-kata seperti itu kepada istrinya, maka hukumnya telah jatuh talak, dihitung semenjak kata tersebut diucapkan oleh seorang suami

2. kinayah/sindiran, seperti " kita pisah sajalah, kamu pulang saja ke orang tuamu ". Jika seorang suami mengucapkan kata-kata seperti itu, maka jatuh dan tidak jatuhnya hukum talak, akan tergantung pada niat suami saat mengucapkan kata-kata tersebut.

Dan oleh karena yang telah anda ucapkan kepada istri saat marah, termasuk dalam kategori cara yang ke-dua (kinayah/sindiran), sementara anda tidak mempunyai maksud/niat untuk mentalak istri, maka berarti belum jatuh talak ( anda masih berstatus sebagai suami istri anda ) 

Dan untuk selanjutnya, seyogyanya anda memperbaiki komunikasi dan hubungan dengan istri anda, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu'alaikum wwb. 

(Agung Cahyadi, MA)

Copyright at KonsultasiSyariah.Net
Dipersilakan menyalin isi web dengan mencantumkan sumber dan penulisnya