Beranda arrow Kajian arrow Dzikir & Doa arrow Kaidah-kaidah dan Rambu-rambu dalam Berdzikir
logo
Kaidah-kaidah dan Rambu-rambu dalam Berdzikir
Ditulis oleh Ahmad Mudzoffar Jufri, MA   

Berdzikir merupakan ibadah yang utama. Allah memerintahkan kepada kita untuk banyak melakukan dzikir. Nah, agar dzikir yang kita lakukan bersesuaian dengan tuntunan yang telah digariskan oleh agama, berikut ini beberapa diantara kaidah-kaidah dan rambu-rambu dalam berdzikir, yang hendaknya kita ketahui.

  • Niat yang ikhlas dan tujuan yang benar. Maka harus dihindari tujuan-tujuan yang tidak syar’i dalam berdzikir, seperti untuk mendapatkan kesaktian, kekebalan, ”ilmu ladunni”, ”ilmu karamah”, ”ilmu kasyaf”, dan sebagainya.
  • Berdzikir dengan dzikir-dzikir yang ma’tsur (yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam)
  • Berdzikir dengan kalimat-kalimat dzikir yang benar, baik dan sempurna, yang mengandung makna tauhid, dan bahkan yang secara eksplisit menegaskan tauhid yang murni itu.
  • Menghindari berdzikir dengan hanya menyebut dan melafalkan nama satuan saja diantara nama-nama Allah, misalnya berdzikir dengan mengucapkan Lafzhul Jalalah ”ALLAH” saja diulang-ulang!
  • Bersikap waspada dan berhati-hati terhadap paket-paket himpunan dzikir yang tidak ma’tsur.
  • Meninggalkan segala bentuk pengkhususan dalam berdzikir, kecuali jika ada dasar dan landasan riwayat yang shahih atau logika yang dibenarkan. Dan hal itu baik berupa pengkhususan lafal-lafal dzikir tertentu, bilangan-bilangan tertentu, fadhilah-fadhilah tertentu, waktu-waktu tertentu, maupun tata cara tertentu dan lain-lain.
  • Tidak melakukan iltizam (ajeg dengan sifat tertentu) untuk dzikir-dzikir yang bersifat umum (tidak ada tuntunan pengkhususan sifatnya) ketika yang demikian itu akan menimbulkan persepsi atau anggapan bahwa hal tersebut merupakan sunnah.
  • Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,”Hendaklah lisanmu senantiasa basah dalam berdzikir kepada Allah” (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban dan lain-lain). Hadits ini menunjukkan bahwa dzikir yang sempurna harus dilafalkan dengan lisan.
 
< Sebelumnya
Copyright at KonsultasiSyariah.Net
Dipersilakan menyalin isi web dengan mencantumkan sumber dan penulisnya