Nilai Pahala Haji

Akhlaq, 24 September 2012

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr wb.
Saya mau tanya Pak Ustadz. Saya sudah beristri dan mempunyai 2 anak nisa. Saya bekerja sebagai staf administrasi fakultas. Istri saya seorang guru honorer. Istri saya yang insyaaLlah 2 tahun lagi berangkat ibadah haji. Dana nya hasil kumpul2 tunjangan guru. Saya pun ingin berangkat tapi menunggu rumah warisan laku. Honor saya sebagai staf sudah habis malah mungkin minus kalo saya tidak pinjam sana-sini dengan jaminan kalau rumah warisan sudah laku. Maklum honor saya di bawah UMD. Istri saya melarang saya pinjam tapi kebutuhan bulanan harus tercukupi. Dana untuk haji pun tidak boleh diganggu gugat oleh saya. Pertanyaan nya.
Jika 2 tahun lagi istri saya jadi berangkat haji. Apakah nilai pahala ibadah haji istri dapat diterima oleh Allah swt.
Mohon penjelasan dari Bapak Ustadz dari segi akhlah, syariah, dan mungkin aqidah.
Syukron katsiran.
Wassalamu'alaikum wr wb.

-- Budhi NURSYAH (Sukabumi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wrwb,

Haji adalah salah satu rukun Islam, yang hukumnya wajib bagi setiap muslim/muslimah yang mampu

Untuk masalah yang anda sampaikan, maka insya Allah akan lebih baik kalau istri bisa menungu sesaat agar bisa berangkat haji bersama

Tetapi kalaupun istri memaksakan diri untuk berangkat haji lebih dahulu ( mungkin dengan pertimbangan tidak adanya kejelasan waktu kapan harta warisan akan laku), itupun sah secara syar'i, karena dalam melaksanakan kewajiban haji, muhrim tidak boleh untuk menghalanginya, persis seperti ketika istri mau sholat, maka muhrimnya tidak boleh untuk menghalanginya

Namun sekali lagi, kalau masih ada harapkan harta waris bisa terjual, maka sebaiknya istri menunggu sebentar agar bisa berangkat haji bersama suami, dan hal tersebut akan lebih sempurna

Wallahu a'lam bishshawab

Wassalamu 'alaikumwrwb



-- Agung Cahyadi, MA