Talak & Rujuk

Pernikahan & Keluarga, 28 September 2008

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa warakatuh. Yang terhormat bapak Ustadz. Sebelumnya saya mohon maaf, pertanyaan ini agak mendesak untuk kami dapatkan jawabannya. Saya seorang ikhwan yang sedang tak berdaya dan sangat bingung, karena rujuknya kami ditentang oleh ibu dari istri saya. Perlu Pak Ustadz ketahui, kami rujuk diam-diam karena saya merasa masih berhak pada istri saya. Saya juga konsul dengan Ustadz Muhammad Sholeh MARZ di Cigondewah, Bandung. Beliau tegas mengatakan bahwa talak 3 melalui sms yang saya kirim kepada istri saya adalah tidak sah, karena tidak dibaca terlebih dahulu dan atau tidak juga dibacakan dulu. Maka saya mengajak istri saya untuk rujuk dan langsung berjima.

Istri setuju, ikhlas dan tanpa paksaan. Kami rujuk tanpa saksi, dasarnya dari kesimpulan dan kajian saya pribadi, setelah mencermati beberapa tanya jawab dalam syariahonline.com. Alamat lengkap situsnya adalah http://www.syariahonline.com/pencarian.php?mod=view&id=1210&key=Nikah

Pertanyaannya kini menjadi berkembang, BAGAIMANA CARANYA MENJELASKAN KEPADA IBU MERTUA SAYA? Bersediakah Bapak Ustadz MENGHUBUNGI ATAU DATANG PADA IBU MERTUA SAYA UNTUK MENJELASKANNYA?

Keputusan saya untuk rujuk yang insyaallah benar - sudah menuruti dalil aqidah & qaidah agama Islam, yang saya kumpulkan dari tanya jawab melalui situs syariahonline, juga terakhir email Bapak Ustadz Muhammad Niam dari situs Pesantren Virtual diasuh secara khusus dibawah bimbingan dan asuhan KH. Mustofa Bisri, pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin dari Rembang, Jawa Tengah. Email tsb saya terima sehari sebelum kami rujuk.

Semua saya lampirkan dalam 3 file word berjudul talak dan rujuk.

Semua itu adalah kesimpulan dari kajian saya pribadi. Maka sayapun sudah melaksanakan rujuk dan berjima dengan istri. Tentu didahului dengan niat dan doa.

Dan yang utama adalah atas dasar keyakinan bahwa rujuknya kami adalah dapat mendatangkan kemaslahatan bagi kami berdua: Dan suami-suaminya berhak merujuknya dalam masa iddah itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki islah (kebaikan) (QS. Al-Baqoroh: 228).

Dan saya sebagai suami merasa berhak untuk merujuki istri saya yang masih dalam masa iddah. Dan kami menghendaki ISLAH. Dan suami-suaminya lebih berhak untuk merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka menghendaki ishlah. (QS. Al-Baqarah: 228). Jika rujuknya pada masa iddah tidak membutuhkan saksi, bahkan langsung berhubungan sudah berarti rujuk. Sedangkan rujuk diluar masa iddah harus melalui akad nikah yang baru. Mohon dengan sangat, bimbingan dan petunjuk Bapak Ustadz. Terima kasih atas Perhatiannya & JAZAKALLAHU KHOiROL JAZA-  Wassalamu `Alaykum Warahmatullahi Wa Barakatuh (A.Fauzi Sutedja)

Nb:Ini adalah salah satu pegangan saya , email jawaban dari Bapak Ustadz Muhammad Niam- Pesantren Virtual yang mendukung saya.

Assalamu'alaikum wr. wb. Menurut sebagian ulama, talak tiga yang diucapkan sekali itu sama dengan talak sekali. Maka mungkin sms bapak itu jadi talak tapi sekali, dan sekarang alhamdulillah sudah rujuk. Lain kali hati-hati pak, kata rasul ada tiga perkara yang main-main dan serius semuanya jadi: talak, rujuk dan memerdekakan budak.

Wassalam

Muhammad Niam



-- Ahmad Fauzi Sutedja (Tangerang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Mohon maaf atas keterlambatan menjawab.

Sebelumnya, mungkin ada baiknya kalau kami sampaikan  pendapat para ulama tentang "thalaq tiga kali dalam satu waktu", sebagai berikut:

Masalah Thalaq Tiga pada Satu Waktu :

Para ulama sependapat tentang haramnya thalaq tiga yang dijatuhkan sekaligus, namun mereka berbeda pendapat apakah thalaq dengan cara tersebut jatuh atau tidak? Dan kalau jatuh thalaq, apakah dianggap satu thalaq atau tiga thalaq?

Jumhur ulama berpendapat bahwa thalaq tersebut jatuh, namun mereka berbeda pendapat, apakah jatuh ketiga-tiganya atau jatuh satu thalaq ? :

- Ulama yang berpendapat bawa thalaqnya jatuh ketiga-tiganya, berpegang pada beberapa dalil, diantaranya :

عن عبادة بن الصامت  قال :  طلق جدي امرأة  له  ألف  تطليقة   فانطلق   الي رسول الله صلي الله عليه و سلم فذكر له ذلك فقال النبي صلي الله عليه و سلم : ما اتقي الله جدك، أما ثلاث  فله  و أما  تسعمائة  و سبع و تسعون فعدوان و ظلم ان شاء الله عذبه و ان شاء غفر له           

Artinya : Dari Ubadah bin Shamit, ia berkata : kakek saya menceraikan istrinya dengan seribu thalaq, kemudian ia menghadap Rasulullah saw  untuk mengadukan hal itu, beliau Rasulullah saw bersabda : kakekmu itu tidak takut kepada Allah, tiga thalaq tersebut adalah haknya sedang yang sembilan ratus sembilan puluh tujuh adalah permusuhan dan aniaya, kalau Allah kehendaki Ia akan mengadzabnya dan kalau mau  Ia akan memaafkannya (HR. Abdur Rozaq)

- Sedang Ulama yang berpendapat bahwa thalaq tersebut dianggap sebagai satu thalaq, berpegang pada beberapa dalil, diantaranya :

ان أبا الصحباء قال لابن عباس : ألم تعلم أن الثلاث كانت تجعل واحدة في عهد رسول الله صلي الله عليه و سلم و أبو بكر و صدرا من خلافة عمر ؟  قال : نعم                           

Artinya : Bahwasanya Abu Shahba berkata kepada Ibnu Abbas : Apakah engkau tidak tahu kalau thalaq tiga itu dianggap satu thalaq di masa Rasulullah saw, di masa Abu Bakar dan di masa Umar ?  Ibnu Abbas menjawab : ya, saya tahu (HR. Muslim)

Rasulullah saw bersabda kepada Rukanah yang telah menceraikan istrinya tiga kali dalam satu tempat :

فانما تلك  واحدة فارجعها ان شئت، فراجعها

Artinya : Thalaq tersebut adalah thalaq satu, rujulah kalau engkau mau, kemudian ia ( Rukanah ) merujunya ( HR. Ahmad dan Abu Daud )

Dan insya Allah kami sependapat dengan yang mengatakan, bahwa " thalaq tiga dalam satu waktu adalah jatuh satu thalaq ". tetapi tetap saja thalaq tersebut termasuk thalaq bid'ah yang hukumnya haram, dari itu meskipun ruju' yang telah bapak Ahmad Fauzi lakukan itu insya Allah telah sah secara syar'i, namun seyogyanya bapak dan istri memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah, semoga Allah berkenan memberikan ampunan atas segala khilaf.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

 



-- Agung Cahyadi, MA