Niat Dalam Shalat Dilafalkan Atau Tidak?

Sholat, 14 Oktober 2013

Pertanyaan:

Assalamu alaikum wr wb.
Ustadz saya ingin menanyakan tentang masalah yang diperdebatkan manusia di dunia ini tentang shalat, dan untuk pembelajaran bagi saya, yaitu tentang niat shalat.
Sebenarnya niat dalam shalat itu harus diucapkan sebagaimana lafaz yang telah ditetapkan (misalnya : ushollu fardhal maghribi tsalatsa rakaatin mustaqbilal qiblati adaan makmukan lillahi taala), ataukah tidak kita ucapkan, namun hanya diniatkan dalam hati dengan bahasa hati kita masing-masing, artinya tidak diucapkan di dalam hati, sama persis pengucapan lafaz diatas tersebut ??
Bagaimana sebenarnya yang diajarkan Rasulullah ? Banyak yang mengatakan Rasul tidak mengisyaratkan pelafalan niat tersebut, namun lebih banyak yang berpendapat niat dan tata tertib pengucapannya itu diajarkan Rasullullah .. !?
Manakah dalil dari Rasulullah yang menegaskan masalah ini ?
Mohon penjelasan dan pencerahannya ustadz, terima kasih. Assalamu alaikum.

-- Bayu Kusanagi (Samarinda)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Shalat termasuk ibadah yang cukup rinci dalam tehnis pelaksanaannya ( bagaimana niatnya, takbirnya, berdirinya, ruku'nya, sujudnya dan bagaimana salamnya ) Rasulullah saw bersabda : " Shalluu kamaa raaitumunii ushalli / shalatkan kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat "

Dan niat shalat yang merupakan salah satu syarat sahnya shalat, semua Ulama' mujitahidin bersepakat ( sesuai yang dicontohkan Rasulullah saw ), bahwa ia cukup di dalam hati dan tidak harus diucapkan dengan lisan ( meskipun sebagian ulama' ada yang membolehkannya )

Demikian, semoga Allah berkenan untuk senantiasa membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawab

Wassalaamu 'alaikum wrwb,

-- Agung Cahyadi, MA