Bagaimana Niat Dalam Sholat

Sholat, 28 Oktober 2013

Pertanyaan:

Assalaamu'alaikum wr. wb
Ustadz, mohon wejangannya tentang masalah yang menjadi perdebatan masyarakat dunia selama ini, yaitu :
Apakah Niat dalam Sholat itu harus diucapkan / dilafalkan (baik dalam ucapan/bisikan/berkata dalam hati) dengan kata2 yang dipakemkan, contoh niat sholat dzuhur berjamaah = "Usholli fardhol dzuhri rokaatin mustaqbilal qiblati ada'an ma'muman lillahi taala" ?
Ataukah kita tidak harus mengucapkan lafal tersebut cukup diniatkan dalam hati, dengan kata2 yang tidak harus seperti itu atau cukup dengan gerakan hati saja?. Misal karena sudah masuk waktu dzuhur dan sholat berjamaah kita langsung aja masuk shaf, langsung mengucapkan takbir, otomatis kita sudah sholat dzuhur.
Bagaimana menyikapi masalah ini , ustadz ? Mohon pencerahannya


-- Bayu Kusanagi (Samarinda)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Shalat adalah ibadah yang cukup rinci dalam tehnis pelaksanaannya ( siapa yang diwajibkan, apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum melaksanakannya, bagaimana memulainya, bagaimana takbir dan berdirinya, bagaimana ruku'nya, bagaimana sujudnya dan seterusnya, termasuk bagaimana niatnya,  semuanya telah telah dicontohkan Rasulullah saw dihadapan para sahabatnya bagaimana melksanakan shalat tersebut, kemudian bersabda, yang artinya : " Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat "

Dan dalam kaitan dengan niat shalat, sebagaimana telah disepakati oleh ulama' mujtahidin, dia cukup di dalam hati dan tidak harus untuk diucapkan dengan lisan, dan tidak ada satupun hadits shahih yang menjelaskan bahwa Rasulullah saw pernah melafalkan niat dalam shalat

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memberikan bimbingan dan kemudahan dan ridho-Nya dalam melaksanakan semua perintahnya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA