Nadzar

Lain-lain, 20 Desember 2013

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wrwb.

Mau nanya pa ustadz
1. Jika seseorang bernadzar akan memberikan semua uangnya kepada fakir miskin tapi nyatanya dia ingkar..apakah semua uangnya itu jadi haram pak ustadz?
2. Saya pernah mendengar bahwa nadzar yang diucapkan dalam hati tidak dianggap sebagai nadzar.. Jika seseorang ragu apakah dia telah mengucapkan nadzar dengan hatinya atau dengan lisannya..bagaimana itu pa ustadz?
3. Jika seseorang bernadzar dalam hati ''saya akan berikan semua uang saya kepada fakir miskin''.
Kemudian raut mukanya jadi semangat dan cerah pertanda dia setuju dengan nadzarnya itu..apakah itu dianggap nadzar pak ustad padahal dia berkata dalam hati?

Terima kasih sblumnya.

Wassalamu'alaikum wrwb.

-- Hamba Allah (Ciamis)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Dalam agama kita Islam tidak ada sunnah/perintah untuk bernadzar, tetapi apabila seorang muslim telah bernadzar, maka dia terikat dengan kewajiban untuk melaksanakan nadzarnya.

Dan seorang yang melanggar nadzarnya, maka ia terkena kewajoban bayar kaffaroh ( memberikan makan 10 orang miskin, atau memberikan pakaian kepada mereka, dan kalau tidak mampu, maka wajib berpuasa 3 hari ) ( QS. 5:89 )

Nadzar itu setelah diucapkan dan bukan sekedar dibatin, sehingga kalau masih dalam niat saja dan belum diucapkan, maka tidak terkena hukum nadzar

Dan kalau ragu-ragu, apakah sudah diucapkan atau masih sekedar diniatkan dalam hati, maka lebih baih, membayar kafaroh saja

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA