Haruskah Menjaga Jarak?

Pernikahan & Keluarga, 14 Oktober 2008

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ustadz, saya baru saja melakukan proses ta'aruf, dan kami sudah saling bersilaturahim ke keluarga masing2. Kami memutuskan untuk menikah April 2009.
Yang ingin saya tanyakan, apakah kami tidak boleh berkomunikasi sama sekali sampai mendekati hari pernikahan yang masih sekitar 6 bulan lagi? Apakah tidak melanggar syariah jika sesekali (misalnya setiap minggu) kami berkomunikasi lewat telepon untuk berbincang-bincang?
Jazakumullah khairan. Wassalam.

-- Karin (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Semua proses yang dilakukan oleh seseorang dengan calonnya hingga terjadinya akad nikah, tidaklah menimbulkan hukum baru, termasuk khithbah atau meminang/melamar. Khithbah hanyalah sebuah ikatan yang hanya melahirkan konsekuensi hukum berupa dilarangnya wanita yang telah dikhithbah/dipinang/dilamar untuk menerima lamaran laki-laki lain.

Oleh karenanya, semua bentuk komunikasi yang mempunyai arti "berkhalwat" juga tetap dilarang untuk dilakukan oleh seorang laki-laki dengan wanita yang telah dikhithbahnya.

Dan untuk itu, kalau memang sangat perlu untuk berkomunikasi, misalnya tentang apa mahar yang diinginkan atau rencana acara akad atau walimah, seyogyanya didampingi oleh mahram atau  melalui sms sekedarnya.

Demikian, semoga bisa dipahami.

Wallahu a'lam bishshawab. Wassalamu 'alaiku wr wb.



-- Agung Cahyadi, MA