Hakikat Doa

Dzikir & Doa, 11 Januari 2014

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr..wb..

Pak ustad yang dirahmati Allah SWT semoga dalam diberikan kesehatan selalu dalam berdakwah untuk menyuarakan kebenaran Aamiin.

Adapun yang mau saya tanyakan adalah seputar hakikat sebuah Do'a adalah beberapa point berikut;

1. Apakah Doa yang diterima oleh Allah SWT hanya Doa kita sebagai umat muslim saja dan bagaimana dengan Doa orang non Muslim apakah diterima juga?

"Dasar kenapa saya bertanya pada point 1 diatas karena fikiran saya bekerja saat saya mendengar ceramah seorang Ustadz berceramah dengan tema Doa yang akan diterima oleh Allah SWT kita harus suci dan jangan memakan riba dan yang diharamkan dalam Islam inilah intinya yang dikatakan seorang ustadz itu."

2. Kalau ini dijadikan sebagai Adab dalam ber Do'a fikiran saya bisa menerimanya, tapi kalau seorang ustad meng-justifikasi bahwa ini adalah sebagai syarat agar Do'a diterima, inilah fikiran saya tidak bisa menerima. Bukankah diterima dan tidak diterimanya suatu Do'a itu urusan Allah SWT.?

3. Apakah Al-Quran diturunkan untuk seluruh umat manusia? dan bukan untuk umat muslim saja. jika benar maka tentunya setiap aliran darah orang kafir adalah Haram dan Kotor dan tidak suci apakah Doa mereka tidak diterima?

4. Setelah saya mendengar ceramah ustadz tersebut saya jadi sangat penasaran dengan presepsi ustadz tersebut sehingga saya coba buka Al-Quran saya dirumah dan saya temukan arti dari kutipan Ayat sebagai berikut;

- "Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan" (QS. Al-Mu'min : 60).

- "Barang siapa yang berdoa kepada-Ku pasi akan Ku-kabulkan, dan barang siapa yang memohon kepada-Ku pasti akan aku Ku-beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku pasti akan ku ampuni".(HR.Bukhari,Muslim,Maliki,Tirmidzi)

- "Doa bagi orang orang yang ter aniaya meskipun orang itu dalam keadaan kafir maka Pintu pintu langit akan terbuka dan tiada hijab bagi Doa orang orang yang ter aniaya"
kira kira begitulah makna dari sebuah hadis shahih

5. Bolehkah saya memaknai hakikat Do'a terkabul atau tidak terkabulnya tidak berlaku untuk orang yang muslim saja? apakah salah dalam syariat kalau saya memaknai seperti itu?

6. Bolehkah saya memaknai terkabulnya suatu Do'a adalah suatu nikmat dan sekaligus ujian untuk Semua Manusia tanpa melihat dari Agama apapun? apakah salah dalam syariat kalau saya memaknai seperti itu?

Mohon saya diberikan jawaban dan pencerahan pak Ustadz, karena terus terang saya menjadi bingung setelah saya mendengar ceramah seorang ustadz seperti yang saya ceritakan diatas, bukan membuat saya merasa nyaman malah membuat saya bingung.

Dan sungguh saya bukan orang yang tau banyak dan faham sekali tentang hukum Islam dan hakikat bahkan bacaan Al-Quran saya pun masih saya ulang ulang untuk supaya saya bisa membaca secara baik,lancar dan benar.

Dan pertanyaan saya ini hanya murni didorong oleh fikiran dan akal saya saja.

Mohon pak ustadz berkenan menjawab pertanyaan saya yang selalu dalam kekurangan ini. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan semoga kita semua dan seluruh umat muslim didunia dilindungi dan diberikan kesatuan yang tidak terpecah pecah oleh Allah SWT Aamiin.

Wassalam





-- Farrel Alfarisi (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

1. Tidak benar, kalau do'a yang akan dikabulkan oleh Allah itu hanya do'anya orang yang ber-iman saja, karena Rasulullah saw pernah memperingatkan kepada kita, agar kita tidak berbuat dzolim meskipun kepada orang kafir, karena do'anya orang yang terdzolimi itu sangat makbul ( meskipun ia adalah orang kafir ), Dalam arti do'anya orang orang yang terdzolimi itu akan sangat terkabul, meskipun ia tidak perduli dengan halam dan haram

2. Al Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi sekalian manusia dan bukan untuk sekelompok manusia tertentu, namun dalam kenyataannya tidak semua orang mau untuk menerimanya sebagai petunjuk dalam hidupnya 

3. Tetapi Rasulullah saw menjelaskan kepada kita ummat ber-iman dalam beberapa haditsnya, bahwa agar do'a kita lebih terkabul, maka diperintahkan untuk mengkonsumsi yang halal saja, karena yang haram itu bisa menghalangi terkabulnya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA