Hukum Merubah Nazar

Lain-lain, 21 November 2014

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz
Saya bernazar untuk berpuasa untuk puasa senin kamis selama satu tahun. Tetapi saya tidak tahu dan tidak mencari tahu dulu tentang arti nazar hukum nazar yang sebenarnya, bahwa nazar saya adalah nazar yang tidak disukai oleh nabi dengan menginginkan sesuatu maka saya akan berbuat sesuatu.
Ustadz apakah boleh nazar saya ditukar dengan sodakoh dengan contoh memberi beberapa mukena ke mesjid/kepada orang lain?
Atau mungkin dengan cara lain yang lebih baik dari itu ustadz untuk menukar nazar?
Memang kesalahan saya tidak mencari tau sebelum'y tentang pengertian nazar dan tidak mempertibangkan dl tentang nazar yang saya ucapkan.

Terima kasih ustadz ,mohon penjelasan'ya
Wasallam

-- Anita (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Islam tidak menyunnahkan nadzar, bahkan menurut para ulama', nadzar hukumnya makhruh, hal tersebut karena orang yang brenadzar adalah orang yang bakhil dalam melakukan kebaikan, seakan-akan ia baru mau untuk melakukan kebaikan, apabila Allah berkenan untuk memenuhi keinginannya

Tetapi apabila seorang yang sudah bernadzar, maka hukumnya wajib baginya untuk melaksanakan nadzarnya apabila Allah berkenan untuk memberikan keinginannnya

Dan apabila ia tidak mampu untuk melaksanakan nadzarnya, maka ia berkewjiban untuk membayar kaffaroh/denda, dengan memberikan makanan kepada 10 orang miskin atau memberikan pakaian kepada mereka, dan kalau tidak mampu maka wajib baginya untuk berpuasa selama 3 hari ( QS. 5 : 89 )

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA