Istri Tak Mau Layan Suami Di Tempat Tidur

Lain-lain, 1 Desember 2014

Pertanyaan:

Assalaamualaikum
P. Ustad saya Hamba Allah mohon penjelasan masalah keluarga yg sangat berat bagi saya. umur saya 43 dan istri saya 33 thn beda 10 thun. Sekarng kita berdua kerja kontrak maintenan HUKM dan istri saya di kantin Hospital Univercity Kuala Lumpur Malaysia (HUKM)
Awal awal ada masalah tapi bisa diatasi akhir2ni semakin serius. Istri saya sering menolak bila saya minta melakukan hubungan badan. Sedangkan saya temasuk kategori hipper sex/ kasarnya hobby sex tapi saya takut berbuat zina smpai sampai sering melakukan onani sayapun sebenarnya lebih suka jimak dg istri dari pada onani. Sayapun selalu berpuasa untuk kurangkan syahwat saya.tapi hasilnya tetap saja ingin berhububgan dg istri mau minta ma istri pasti dia menolak kalu istri menolak ajakan saya para malaikat melaknatnya saya dah tanya apa alasannya dia jawab tak ada rasa nikmat/tawar dan sakit saya dah coba merangsangnya dg berbagai cara tapi tak ada hasil.petanyaan saya apakah onani yg saya lakukan termasuk dosa besar? apkah istri saya berdosa kalu menolak ajakan saya? mohon sran selengkapnya terima kasih
Wassalam hamba Allah dari kota Malang

-- Ahmad Mu'allif (Malang Jawa Timur)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Permasalahan keluarga anda sebagaimana yang anda ceritakan adalah masalah yang cukup serius, sangat memerlukan perhatian lebih dari anda sebagai kepala keluarga

Seyogyanya dengan cara yang bijak anda segera bangun komunikasi yang baik dengan istri, saya kok menangkap bahwa penolakan istri anda saat anda ajak berhubungan tersebut, bukan karena murni menolak karena malas atau tidak mau menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, tetapi sepertinya ada masalah medis dan atau mungkin juga non medis yang menyebabkan istri anda merasa tidak nyaman bahkan merasa tersiksa untuk berhubungan

Mudah-mudahan dengan komunikasi yang baik, nanti akan terungkap sebabnya, setelah itu baru secara bersama-sama berupaya untuk mencari solusinya

Perihal Onani, hukum asalnya adalah haram, karena dengan onani berarti melampiaskan syawat bukan ditempat yang diperkenankan secara syar'i ( QS. 23 : 5-7 ), tetapi dalam kondisi dharuroh/terpaksa sebagaimana kondisi anda ( istri dalam keadaan tidak bisa diajak berhubungan ) dan anda telah berupaya untuk meredam syahwat dengan puasa, namun belum memberikan hasil, maka insya Allah diperkenankan untuk onani, tetapi harus atas sepengetauan dan izin istri

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridhp-Nya

Wallahu a'lam bishshawaaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA