Menjual Barang Sitaan

Lain-lain, 31 Maret 2015

Pertanyaan:

Di suatu pondok pesantren telah ditetapkan peraturan bahwa tidak membolehkan membawa barang elektronik khususnya HP (Handphone) secara muthlaq. Tetapi ada seorang santri yang melanggarnya, ketahuan, alhasil disita oleh pengurus pondok dengan catatan akan di jual dan uangnya untuk kemashlahatan pondok
Pertanyaan :
1) Bagaimana hukum menjual HP (Handphone) tersebut sedangkan si Empunya ( santri yang melanggar ) pasti tidak terima dengan perlakuan tersebut? 2) Apakah tindakan pengurus merupakan suatu kebijakan dan sudah di katakan benar untuk kemashlahatan ?

-- Abdullah (Surakarta)

Jawaban:

Assalaamu'alaikumwrwb.

Sebaiknya kebijakan pondok pesantren tersebut dirubah dengan kebijakan baru yang lebih mempunyai nilai pendidikan

Misalnya dengan tetap memberlakukan larangan membawa HP bagi santri, dan tetap memberlakukan penyitaan hp bagi santri yang melanggar, tetapi dengan tidak menjual HP sitaan tersebut, tetapi dengan menyimpan hp tersebut sampai batas waktu yang ditentukan, misalnya dikembalikan saat liburan panjang dengan membuat pernyataan tidak akan kembali mengulang kesalahannya, dan hal tersebut harus dikomunikasikan kepada wali santri, agar mengetahui bahwa putranya melanggar aturan pondok, supaya dikemudian hari tidak lagi memberikan hp kepada putranya selama di pondok

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk membimbing kita semua ke jalan yang diridhoiNya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb. 



-- Agung Cahyadi, MA