Kafarroh Puasa

Puasa, 22 Juni 2015

Pertanyaan:

Assalamu alaikum wr wb
1. Laki & perempuan yang berhubungan badan sebelum ada ikatan pernikahan dibulan romadhan pada siang hari. Apakah juga mengganti puasa 2 bulan berturut turut/membayar kafarroh jika tidak mampu berpuasa?

2. Bagaimana untuk wanita yang tiap bulan sekali terjadi menstruasi?

3. Membayar kafarroh kepada 60 orang fakir miskin. Apakah dalam 1 hari mesti dituntaskan sejumlah demikian atau bisa beberapa hari yang terpenting jumlahnya sesuai yang disebutkan?

3. Membayar kafarroh, apakah sesuai dengan jumlah hari dimana puasa batal. Contoh; Puasa romadhan ada 30 hari. Puasa yang batal 3 hari. Jika hukum pembayaran kafarroh adalah 1 hari untuk 60 orang,berarti 3 hari untuk 180 orang. Apakah demikian?

4. Dikarenakan kurangnya pemahaman tentang agama. Bagaimana jika perbuatan No.1 dilakukan beberapa tahun yang lalu & hukum mengenai ini baru saja diketahui?

-- Hariani Bashar (Makassar)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

1. Berhubungan suami istri yang dilakukan oleh suami istri yang sah di siang bulan Ramadhan adalah perbuatan dosa yang membatalkan puasa dan mengharuskannya untuk membayar kaffaaroh, dengan cara berpuasa 2 bulan berturut turut, kalau tidak mampu maka baru diperbolehkan untuk memberikan makan kepada 60 orang miskin.

Dan apabila hal tersebut dilakukan oleh 2 orang yang bukan suami istri, maka dosanya akan lebih besar lagi, yang karenanya akan membatalkan puasa dan mengharuskan pelakunya untuk bertaubat dengan sebenar benarnya taubat dan semestinya harus juga membayar kaffaaroh

2. Bagi seorang wanita yang sedang menstruasi di bulan Ramadhan, maka diharamkan untuk berpuasa, tetapi diwajibkan baginya untuk mengqodho'/mengganti puasa setelah Ramadhan nanti saat dalam keadaan tidak haidh

3. Untuk membayar kaffaaroh dengan memberikan makan kepada 60 orang miskin, tidak harus untuk dituntaskan dalam satu hari, tetapi bisa dibagikan kepada 60 orang miskin dalam beberapa hari

Demikian, semoga allah berkenan untuk Membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallah a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA