Membuang Kucing

Akhlaq, 27 Juni 2015

Pertanyaan:

Assalamu.alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.....
Kami memelihara 14 ekor kucing. Pada awalnya mereka hidup dengan rukun. Tapi setelah mereka tumbuh besar dan dewasa, hampir setiap hari terjadi perkelahian sesama mereka sehingga sangat mengganggu baik kami yang memelihara maupun tetangga yang ada disekitar tempat tinggal kami. Disamping itu kotoran mereka yang tersebar dimana-mana.
Kemudian kami mengambil inisiatif untuk menyekolahkan (memindahkan) mereka ketempat seperti pasar dan rumah sakit yang kata orang. disana banyak makanan untuk kucing.
Ada 9 ekor yang kami pindahkan ketempat tersebut.
Tapi setelah kejadian itu kami selalu dihantui perasaan bersalah (berdosa) telah menelantarkan kucibg-kucing tersebut.
Berdasarkan kejadian itu kami melakukan pencarian di Google tentang hukum membuang kucing. Kebetulan kami menemukan web ini.
Jadi kami mohon pencerahan dari admin tentang hukum membuang kucing yang telah kami lakukan dengan harapan dapat membawa ketenangan pada hati kami yang selalu dibayangi oleh kejadian itu.
Terimakasih sebelumnya
.


-- Ade Setiadi (Sambas)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Kucing termasuk binatang yang tidak najis dan diperbolehkan untuk dipelihara, sebagaimana dikisahkan dalam beberapa hadits shahih, bahwa sebagian shabat Rasulullah saw juga memelihara binatang tersebut

Tetapi, apabila dengan memelihara binatang tersebut ( yang hukumnya mubah ), justru akan menimbulkan madharrat, seperti mengganngu, maka sebaiknya tidak memeliharanya

Dan dalam kasus sebagaimana anda kisahkan, memang sebaiknya menurut saya, anda tidak perlu lagi memelihara binatang tersebut, karena terbukti mengganggu anda dan juga tetangga anda

Tetapi karena binatang-binatang tersebut kemudian anda pindahkan , maka sebaiknya dengan tidak menterlantarkan, karenanya anda sebaiknya memastikan bahwa di tempat-tempat dimana anda menempatkan binatang-binatang tersebut, tersesedia makanan yang bisa dimakan oleh binatang-binatang tersebut

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb. 



-- Agung Cahyadi, MA