Zakat Emas Dan Hutang

Zakat, 29 September 2015

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum...

Saya mau bertanya, jika emas saya sudah cukup nishab tetapi belum cukup haul, apakah sudah wajib dikeluarkan zakatnya? Atau menunggu cukup haul-nya?

Bagaimana hukumnya orang berqurban tetapi tidak berniat untuk membayar hutangnya? Mana yang lebih utama membayar hutang atau berqurban?

Apakah piutang juga wajib dikeluarkan zakatnya?

Saya mempunyai sawah produktif, apakah wajib dikeluarkan sebagai zakat harta atau cukup zakat
penghasilan (yang setiap panen)?


Terima kasih,

Wassalaam....

-- Alfyah (Samarinda)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

1. Wajibnya zakat emas adalah ketika terpenuhi dua unsur ; Pertama, mencapai nishob ( 85gr ), Kedua, telah berumur satu tahun (dihitung semenjak emas tersebut mencapai nishob )

2. Insya Allah Qurbannya tetap sah, tetapi berdosa ketika tidak mau membayar hutang atau menunda untuk membayarnya dari masa jatuh temponya, oleh karena itu kalau seseorang masih mempunyai hutang yang jatuh tempo, maka hendaknya ia membayar hutangnya terlebih dahulu, baru kemudian kalau ada sisa untuk membeli kambing, ia berqurban

3. Piutang adalah asset, maka piutang lancar termasuk harta yang terkena wajib zakat, apabila telah memenuhi nishob dan haul

4. Zakat dari harta berupa sawah yang produktif, dihitung 5% dari hasilnya saja

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA