Doa

Dzikir & Doa, 7 Maret 2016

Pertanyaan:

assalamualaikum,
ustadz, saya mau bertanya, apakah hukum mengamalkan doa nurbuat (nurun nubuwwah) ?

-- Aji (Jombang)

Jawaban:

Wswrwb... Saudaraku, ALLAH Maha Tahu segalanya termasuk bahasa doa yang kita gunakan. Maka seharusnya orang yang berdoa harus tahu apa makna lantunan doanya. Kalau itu doa berarti permohonan yang ditujukan kepada ALLAH SWT ( QS. Al Baqarah: 186 ).Dan teks doanya tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturrahim, sebagaiamana sabda RasuluLLAH SAW:

Dalam sebuah hadist riwayat imam Ahmad dari Abu Said al-Khudri Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal:
[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya,
[2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan
[3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” (HR. Ahmad 3/18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid).

Tentunya doa terbaik mengikuti doa-doa RasuluLLAH SAW. WaLLAHU a'lam

-- Selamet Junaidi