Bedakah Cara Sujud Wanita Dengan Sujud Laki-laki

Sholat, 19 April 2016

Pertanyaan:

Assalamualaikum, setiap shalat di masjid banyak sekali ditemui perbedaan cara bersujud. adakah perbedaan posisi sujud wanita dan laki-laki? dimana letak perbedaan tersebut? Terima Kasih atas jawabannya

-- Risalah (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Tidak ada hadits yang menjelaskan adanya perbedaan dalam cara sujudnya laki-laki dan wanita dalam sholat, yang karenanya caranya sama, berikut penjelasannya :

A.Turun Bersujud Dengan Mendahulukan Kedua Tangan
Rasulullah SAW meletakkan kedua tangannya di atas tanah sebelum kedua lututnya. Beliaupun memerintahkan sahabatnya melakukan hal demikian ”Apabila seseorang dari kalian hendak bersujud, hendaknya tidak melakukannya seperti duduknya unta. Tetapi hendaknya meletakkan tangannya sebelum meletakkan kedua lututnya.”(HR Abu Daud dan Nasa’i).
Beliau SAW bersabda,: ”Sesungguhnya kedua tangan turut bersujud sebagaimana sujudnya wajah. Apabila seseorang dari kalian meletakkan wajahnya diatas tanah, maka hendaklah meletakkan juga kedua tangannya. Apabila mengangkat wajahnya maka hendaknya mengangkat juga kedua tangannya.”(HR Ibnu Khuzaimah, Ahmad ).
Dalam bersujud Beliau meletakkan telapak tangannya, mengembangkannya serta ke arah kiblat ( HR. Hakim dan yang lain ) Beliau meletakkan kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya ( HR. Baihaqi ), dan terkadang sejajar dengan kedua telinganya ( HR. Abu Daud dan Tirmidzi ).
Dalam hadits riwayat Abu Daud dan Ahmad disebutkan bahwa Nabi SAW menekan hidung dan dahinya ke tanah. Beliau berkata kepada orang yang shalatnya tidak benar : ”Jika engkau bersujud lakukanlah dengan menekan”Dalam riwayat lain disebutkan ”Bila engkau bersujud, maka lakukanlah dengan cara menekan wajah dan kedua tanganmu sampai seluruh ruas tulangmu kembali ke tempatnya.”(HR Ibnu Khuzaimah.)
Beliau bersabda : ”Tidak sah shalat seseorang yang hidungnya tidak menyentuh tanah sebagai mana halnya dahinya.”(HR Daruquthni, Thabrani dan Abu Na’im ). Beliau menekan kedua lututnya dan ujung kedua telapak kakinya. Menghadapkan ujung jarinya ke arah kiblat, merapatkan tumitnya dan menegakkan telapak kakinya.Beliau pun menyuruh berbuat demikian. Inilah tujuh anggota yang dipergunakan Nabi SAW untuk bersujud, yaitu dua telapak tangan, dua lutut, dua kaki, dahi dan hidung. Rasulullah SAW menjadikan dua anggota terakhir (dahi dan hidung) menjadi satu dalam sujud. Beliau SAW bersabda : ”Aku perintahkan untuk bersujud, (dalam riwayat lain disebutkan : Kami diperintahkan untuk bersujud dengan menggunakan 7 anggota badan) yaitu dahi, (dan menunjuk hidungnya dengan tangan) serta kedua tangan, (Dalam lafal lain disebutkan : Dua telapak tangan, dua lutut, ujung kedua telapak kaki, dan kami tidak boleh melipat baju dan rambut).”(HR Bukhari dan Muslim).
Beliau bersabda : ”Apabila seorang hamba bersujud, hendaklah menyertakan 7 anggota badan (wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua telapak tangan)”(HR Muslim, Abu Uwanah dan Ibnu Hibban).
Dalam hadits riwayat Muslim, Abu Uwanah dan Ibnu Hibban disebutkan bahwa Nabi SAW berkomentar terhadap orang yang shalat sedangkan rambutnya diikat dari belakang : ”Orang yang shalatnya seperti itu sama halnya dengan orang yang shalat menggelungrambunya.”Beliau juga bersabda : ”Yang demikain ini menjadi tempat duduk setan.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).
Rasulullah SAW tidak membentangkan kedua lengannya ( HR. Bukhari dan Abu Daud ), akan tetapi Beliau SAW mengangkat kedua lengannya, menjauhkan dari sisinya sehingga tampak bulu ketiak putihnya dari belakang ( HR. Bukhari dan Muslim ). Apabila seekor anak domba menerobos di bawah lengannya, tentu dengan mudah dapat menerobos ( HR.Muslim )Beliau SAW melebarkan lengannya sehingga seorang sahabatnya berkata ”Mungkin kami bisa menerobos di bawah ketiaknya, saking lebarnya jarak antara lengan dan lambungnya dalam bersujud.”
Demikian yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah. Beliau SAW memerintahkan melakukan hal itu dalam sabdanya : ”Apabila engkau bersujud, letakkanlah tanganmu dan angkatlah kedua sikumu.”(HR Muslim dan Abu Uwanah).
”Bersujudlah kamu dengan lurus dan janganlah membentangkan kedua lenganmu seperti membentangkannya (dalam lafal lain disebutkan : Seperti membentangkan kakinya) anjing.”(HR Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad).
”Janganlah seseorang dari kalian membentangkan kedua lengannya seperti anjing membentangkan kakinya.” (HR Ahmad dan Tirmidzi). Maksudnya adalah menyibak lengan baju dan rambut agar tidak terurai ke bawah pada waktu ruku’ dan sujud sebagaimanan disebutkan dalam kitab an-Nihayah. Larangan inii tidak hanya pada waktu shalat. Bahkan apabila sebelum masuk shalat dia melakukannya, maka menurut jumhur ulama’ tidak dibolehkan. Hal ini diperkuat oleh larangan Nabi SAW pada seorang laki-laki yang menyibak rambutnya saat sujud. ”Janganlah kamu membentangkan kedua lenganmu (seperti binatang). Tetapi tegakkanlah lengamu dan jauhkanlah dari lambungmu. Karena bila engkau melakukan seperti itu maka setiap anggota badan ikut bersujud denganmu.” (HR Ibnu Khuzaimah dan Hakim)



B.Kewajiban Thumuninah DalamSujud
Rasulullah SAW selalu memerintahkan agar menyempurnakan ruku’ dan sujud. Orang yang tidak melakukannya diperumpamakan seperti orang yang lapar. Ia memakan satu atau dua butir kurma yang tidak mengenyangkan sama sekali. Beliau SAW bersabda : ”Orang yang demikian itu adalah pencuri yang paling buruk.”
Beliau SAW menyatakan tidak sah shalat orang yang ruku’ dan sujudnya tidak lurus, sebagaimana yang telah diuraikan pada bab Ruku’.


C.Larangan Membaca Al-Qur’an Ketika Sujud
Rasulullah SAW melarang membaca al-Qur’an ketika ruku’ dan sujud. Namun Beliau SAW menyuruh untuk bersungguh-sungguh dan memperbanyak do’a waktu sujud sebagaimana diterangkan dalam bab Ruku’. Rasulullah SAW bersabda : ”Seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud maka perbanyaklah do’a (dalam sujud).”(HR Muslim, Abu Uwanah dan Baihaqi).


D.Melamakan Sujud
Lama Rasulullah SAW melakukan sujud adalah hampir sama dengan lama Beliau SAW melakukan ruku’. Bahkan lebih lama lagi jika Beliau SAW sedang menghadapi masalah yang sulit sebagaimana dikatakan oleh sahabat Beliau ”

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.


-- Agung Cahyadi, MA