Wali Nikah

Pernikahan & Keluarga, 29 Juli 2016

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Ustadz. Saya baru saja membaca referensi berikut
http://www.piss-ktb.com/2012/03/043-nikah-hukum-kawin-paksa-ala-siti.html

tahun laluu saya sudah membaca yang ini.

http://www.piss-ktb.com/2012/02/707-nikah-hukum-nikah-paksa.html

Tahun 2012 saya mengenal seorang wanita yang menurut saya cocok untuk jadi ibu anak-anak saya, tapi karena belum sukses dan belum selesai kuliah, maka

hubungan (LDR) kami dirahasiakan dan tidak pernah ketemu, karena rumahnya memang jauh (sekitar 600 km/lain propinsi)

Tahun lalu saya mau melamarnya, tapi ternyata ayahnya sudah menjodohkan dengan seorang pria dua tahun sebelumnya dan tanpa sepengetahuan dia dan

keluarga.

Dia tidak mau perjodohan itu.

Saya mencoba mencari referensi hukum perjodohan paksa dan ketemu piss-ktb. Saya juga mencoba bertanya di group FB alumni Pesantren ******** (pesantren

besar di jawa Timur), jawabannya, kesimpulanna anak harus ikut orang tua dengan berbagai sumber. Tetapi saya coba tanya lagi di hari yang lain (menyamar

jadi orang tua yang akan menikahkan anaknya dengan paksa), tapi jawabannya jadi berubah, katanya orang tua jangan egois, pertimbangkan maslahat dan

mafsadat, syarat perjodohan paksa tidak gampang, katanya.

Saya juga bertanya di group FB organisasi islam, awalnya mengatakan anak harus patuh pada orang tua, tapi ketika saya sodorkan beberapa hadits, jawbannya

berubah.

PERTANYAAN SAYA,,,,

Dia ingin selalu berkomunikasi dengan saya, kadang curhat ingin segera menikah, tapi tidak dengan lelaki yang sekarang jadi tunangannya.

Saya tahu ini dosa, jika saya tidak merespon, dia menangis. PAdahal, waktu mendengar dijodohkan, dia masuk rumah sait hingga 2 minggu. Dia pernah stress

hingga kayak orang gila dulu, hingga harus tinggal terpisah dengan orang tuanya.

Apakah boleh menikahinya dengan wali selain ayahnya??? Usianya sudah 34 tahun dan sudah mandiri. Dia sudah ingin menikah.

-- Hamba Allah (Jember)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Kalau boleh memberikan saran, akan lebih baik anda segera memutuskan hubungan dengan wanita tersebut, dengan banyak pertimbangan :

1. Anda sendiri sudah menyadari bahwa hubungan anda dengan wanita tersebut itu dosa, yang kalau sudah jelas dosa, maka jangan dilanjutkan karena akan memperbesar dosanya karena dosa itu tidak boleh disengaja

2. Keberadaan Wali dalam pernikahan adalah salah satu rukunnya, karenanya jangan memaksakan diri untuk menikah dengan mengabaikan wali sahnya yang terdekat, sementara wali yang jauh atau wali hakim baru boleh menikahkan seorang wanita kalau atas seizin wali sahnya yang dekat

3. Tujuan pernikahan itu adalah untuk mennggapai hidup damai, dan tujuan tersebut akan sulit terwujud kalau walinya tidak mengizinkan.

Dan akan lebih mulia, kalau justru anda bisa berperan aktif memberingan pengertian kepada wanita tersebut agar mentaati orang tuany, baranhgkali dengan itu wanita tersebut akan tidak lagi lagi stres

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA