Tidak Menginginkan Perceraian

Lain-lain, 24 November 2016

Pertanyaan:

aslkm.. pak saya mau tanya bagai mana seorang istri menolak untuk di cerai suaminya,suami saya sepertinya ingin menceraikan saya beliau sedang menjalankan proses seperti tdk pernah mengabari,saya menjauhi saya dan tidak lgi menafkahi saya,saya tidak ingin di cerai pak saya mencintai suami saya dan ingin rumah tangga saya utuh.
apa yg harus saya lakukan?

-- Nayya (Bandung)

Jawaban:

wswrwb.

Saudariku yang dirahmati ALLAH,



Kata cerai dan talak termasuk lafadz talak yang sharih. Maka, apabila seorang suami mengucapkanya pada istrinya, maka jatuhlah talak satu padanya, meskipun si suami mengaku sedang bercanda atau tidak berniat bersungguh-sungguh saat mengucapkan talak dengan lafadz sharih pada istrinya. Pengakuan itu tidak dapat diterima. Talak tetap terjadi.



Begitu talak dengan lafadz sharih diucapkan oleh suami pada istrinya, maka jatuhlah talak satu pada istrinya, kecuali apabila saat mengucapkan kata `cerai` itu ia terbukti sedang gila, tidak sadar (mis: pingsan atau mengigau).



Bisakah Kembali lagi? Caranya?



Ibu Nayya yang dimuliakan Allah, meskipun talak satu telah jatuh, Anda tidak usah terlalu risau. Akan selalu ada jalan keluar dari setiap permasalahan. Tali pernikahan Anda masih tetap dapat disatukan lagi dengan cara RUJUK.



Bagaimana caranya?



Saat ini Anda masih dalam masa iddah. Selagi dalam masa iddah, Anda dan suami dapat rujuk kembali. Lama masa iddah bagi seorang wanita yang ditalak suaminya adalah 3 kali masa suci dari haidh. Sebagaimana firman Allah SWT:



Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri tiga kali quru`. (QS. Al-Baqarah: 228)



Mungkin hari-hari ini emosi suami Anda sedang labil karena kemarahan yang belum reda. Beberapa hari ke depan, saat marahnya mulai reda, ajaklah suami untuk berbincang santai untuk memikirkan kembali tentang niatan berpisah itu. Yakinlah bahwa suami Anda masih mencintai Anda. Apalagi Anda adalah ibu dari anak-anak yang menjadi buah hati Anda dan suami tercinta.



Kalaupun suami mensyaratkan sesuatu, tidak ada salahnya hal itu dipenuhi. Kadangkala sikap mengalah dan kelembutan dari istri dapat meredam kemarahan suami. Jika memang dengan itu rumah Anda dapat dibangun kembali, mengapa tidak dicoba? atau dengan cara lain yang tepat dan bijak.









Rujuk, Adakah Lafadz atau Ritual Tertentunya?



Rujuk cukup diniatkan dalam hati, tidak wajib diucapkan. Asalkan istri masih dalam masa iddah. Saat suami berniat rujuk kembali, dan niatnya itu ia tunjukkan dengan menyentuh, memeluk, atau mengusap lembut rambut Anda, maka terjadilah rujuk. Karena sentuhan dan pelukan hanya dihalalkan bagi laki-laki dan perempuan yang terikat dengan tali pernikahan.



Dan saat rujuk telah terjadi, maka semua yang dihalalkan bagi pasangan suami-istri, dapat Anda berdua lakukan lagi. Karena saat itu tali pernikahan Anda berdua telah kembali tersambung. Suami yang merujuk istrinya saat masih dalam masa iddah tidak perlu melakukan pernikahan ulang.



Jika Masa Iddah Berakhir Tanpa Ada Rujuk



Apabila seorang wanita dicerai oleh suaminya dengan talak satu atau talak dua, maka ia wajib melakukan iddah. Jika suaminya tidak berkenan untuk menyambung hubungan kembali sampai masa iddah si istri berakhir, maka hilanglah kesempatan untuk rujuk.



Apabila masa iddah si wanita telah berakhir, dan setelah itu (mantan) suaminya berniat kembali padanya, maka laki-laki itu harus mengadakan pernikahan ulang. Yakni dengan kembali meminang si wanita kepada walinya, kemudian menikahinya dengan mahar yang baru, ijab qabul yang baru dan dihadiri oleh dua orang saksi laki-laki.

Bu Nayya. siapkanlah hati anda untuk menerima keadaan jika anda benar2 telah diceraikan. dan jadikakan pelajaran, semoga rasa cinta anda menjadi benih kebaikan terwujudnya keinginan anda, tapi jika tidak , semoga anda yakin bahwa masa depan anda tidak ditentukan oleh seorang saja,

Yakinlah...

waLLAHU a'lam

-- Selamet Junaidi