Hukum Tidak Tahu

Lain-lain, 10 Desember 2016

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr.wb.
Ustadz/ustadzah, saya mau tanya.
Saya punya teman, saya ajak ikut kajian.
Dari kajian tersebut, dia jadi tahu banyak hukum islam.
Salah satunya adalah jenis-jenis riba.
Dulu ia pikir riba hanya hutang pd rentenir.
Dan yg mendapat dosa hanya rentenirnya saja karena mengambil bunga/riba.
Sedangkan yg meminjam tidak berdosa.
Dengan ikut kajian,
Ia jadi tahu bahwa yang meminjam pun tetap dpt dosa riba.
Dan termasuk riba adalah pinjam uang di Bank, baik itu Bank konvensional ataupun Bank yang berlabel syariah.
Dengan ikut kajian,
Ia pun jadi tahu busana muslimah yg syar’i.
(selama ini teman saya sudah memakai kerudung tapi belum syar’i).
Tiba-tiba,
Teman saya ini tidak mau ngaji lagi.
Karena merasa berat dan sedih setelah mengetahui banyak hukum islam,
(karena ia hutang di Bank & juga tak memakai baju syar’i)
Ia berpikir,
Sebaiknya tak usah terlalu banyak tahu tentang hukum islam.
Agar tidak ada hisab atas dirinya.
Karena yg ia pahami,
Jika seseorang melakukan dosa karena tidak tahu,
Maka tidak hisab atas dirinya.
ALLAH akan memaafkannya.
Benarkah begitu?
Tolong beri saya penjelasan beserta dalilnya ya.
Terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb

-- Dewi Lestari (Pemalang)

Jawaban:

Wswrwb...
Bu dewi lestari yang dirahmati ALLAH
Sebaiknya ajaran Islam itu disampaikan dengan bertahap.
Kalau dalam satu jamaah, ustadznya harus juga membimbing jamaahnya bagaimana mengamalkan ajaran yang telah beliau sampaikan dengan bijak agar tidak menyebabkan efek ketakutan pada jamaahnya apalagi takut belajar Islam
karena Islam itu pasti mengarahkan pemeluknya jadi bahagia:

2. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah; ( QS. Tohaa )

Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.( QS. Tohaa: 123 )

Sebaiknya perubahan itu berproses . ada yang cepat atau lambat . Memang yang ideal itu segera tapi bukankah satu masalah itu ada sangkut pautnya dengan orang lain?

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" ( QS. Al Baqarah 286 )

Beda antara tidak tahu dengan tidak mau tahu.

Pasti ALLAH memaafkan orang yang belum tahu atau sudah tahu tapi belum mampu melaksanakannya,

WaLLAHU a'lam





-- Selamet Junaidi