Duda Sudah Tua Harus Mandi Wajib?

Thaharah, 6 Februari 2017

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatu.

Nama saya Hasan dari Jakarta, saya sudah menjadi duda selama 2 tahun, sekarang usia saya 56 tahun dan tidak ada keinginan untuk menikah lagi sesudah istri saya meninggal.

karena saya sudah tua, jadi saya sudah tidak pernah mimpi basah lagi, ditambah saya seorang duda jadi tidak ada alasan untuk air mani keluar, bahkan untuk mengeluarkan dengan sengaja, maaf (onani) saya tidak pernah tertarik atau tidak ada keinginan sama sekali.
semenjak menjadi duda air mani saya tidak pernah keluar karena saya tidak pernah mimpi basah ataupun dikeluarkan dengan sengaja pun tidak pernah.

saya mohon penjelasannya apakah saya harus mandi wajib setiap 40 hari sekali atau seperti apa meskipun air mani saya tidak pernah keluar.
mohon jawabannya krn saya mau ibadah saya sempurna kepada allah. terimakasih

-- Hasan (Jakarta)

Jawaban:

Wa'laikumussalaam wrwb.

Mengeluarkan mani adalah salah satu yang disepakati Ulama mewajibkan seseorangb untuk mandi, baik dengan sengaja atau tidak dengan sengaja, dalam keadaan jada atau sat tidur.

Oleh karena itu, apabila bapak sudah tidak lagi pernah mengeluar mani, maka bapak juga tidak wajib mandi.

Tetapi ada bebera alasan lain, yang karenanya seorang juga harus mandi, diantaranya - menurut sebagaian Ualama' - ketika seorang muslim mau melaksanakan sholat Jum'ah ( menurut Ahlu Dzohir dan menurut salah satu riwayat dari imam Ahmad), dengan dalil sebagai berikut :

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ
“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi shalat jumat maka hendaknya dia mandi.” 

(HR. Al-Bukhari no. 877 dan Muslim no. 844)


Dari Abu Said Sa’ad bin Malik bin Sinan Al Khudri radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
الْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
“Mandi pada hari jumat adalah wajib bagi orang yang sudah bermimpi (baligh).” 

(HR. Al-Bukhari no. 879 dan Muslim no. 846)

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA