Membatalkan Nadzar

Lain-lain, 19 Maret 2017

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum.

Ustadz, umur ana 24 tahun belum bekerja belum menikah dan ana masih tinggal bersama orang tua dan biaya hidup masih ditanggung orang tua. Ana pernah bernadzar "saya tidak akan minta apa2 lagi ke orang tua(baik makan ataupun biaya hidup lainnya)". Dan nadzar itu mungkin berlaku selamanya karena ana tidak membatasinya sampai kapan.Setelah dipikir2 ana menyesal mengatakannya dan berniat ingin membatalkan nadzar itu, apakah bisa pa ustadz? Sedangkan ana mau mencari pekerjaan diluar untuk biaya hidup sendiri tidak mampu karena ana punya penyakit jantung lemah. Untuk sekarang ana bekerja yg ringan2 membantu org tua berdagang kelontongan. Seandainya nadzar itu bisa dibatalkan, apakah masih berlaku jika nanti saya bisa membiayai hidup sendiri atau nadzar itu sudah tidak berlaku lagi? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum.

-- Hamba Allah (Ciamis)

Jawaban:

Wswrwb..
Saudaraku yang diramati ALLAH SWT

Wajib bagi orang yang bernazar (dengan nazar ketaatan) menunaikan nazarnya selagi ia mampu menunaikannya. Allah berfirman di dalam al-Quran (yang bermaksud); “…dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka…”. (al-Haj: 29). Sabda Nabi –shallalahu ‘alaihi wasallam-; “Barangsiapa bernazar untuk mentaati Allah, maka hendaklah ia mentaatiNya (yakni menunaikan nazarnya)…” (HR Imam al-Bukhari dan at-Tirmizi ).

Jika ia tidak mampu menunaikan nazarnya, gugur nazar itu selama ia tidak mampu , namun apabila ia kembali mampu wajiblah ia menunaikan nazarnya.

Jika ia meyakini tidak akan mampu melaksanakan nazarnya itu buat selamanya-, sebagian ulama' berpendapat; ia hendaklah menggantikan nazarnya itu dengan membayar kaffarah sumpah' dengan demikian ia bebas dari nazarnya. Sebagaimana sabda Nabi –sallallahu ‘alaihi wasallam-; “Barangsiapa bernazar dengan suatu nazar yang tidak mampu ditunainya, maka kaffarahnya ialah kaffarah sumpah” (HR Imam Abu Daud dengan sanad yang soheh dari Ibnu ‘Abbas r.a.).

Kaffarah sumpah ialah dengan memilih salah satu dari tiga perkara;
1. Memberi makan sepuluh orang miskin, atau;
2. Memberi pakaian untuk mereka, atau;
3. Membebaskan seorang hamba.
Jika tidak mampu satupun darinya, hendaklah berpuasa tiga hari. Sila rujuk surah al-Maidah, ayat 89.

Kesimpulan; Untuk membatalkan jika tidak mampu melaksanakannya, harus menangguhnya sehingga mampu. Jika tidak ada kemampuan , hendaklah diganti dengan kaffarah sumpah.
WaLLAHU a'lam


-- Selamet Junaidi