Warisan

Waris, 4 Mei 2017

Pertanyaan:

Assalamualaikum, wr, wb.
Perkenalkan nama saya Rusdiyanto Rasyid, dari Berau Kalimantan Timur. Saya adalah anak pertama laki-laki dan adik saya 3 orang semuanya wanita.
Saat ini saya mempunyai permasalahan, ayah dan ibu saya meninggalkan warisan berupa emas, rumah dan tanah. Ayah saya meninggal dunia terlebih dahulu dan 2 tahun kemudian disusul oleh ibunda saya. Seminggu setelah ibunda saya meninggal adik2 saya kumpulkan saya suruh untuk menginventarisir peninggalan orang tua saya, saya katakan harta perhiasan ibu agar dikumpulkan dibagikan berdasarkan syariah islam, namun betapa terkejutnya saya adik saya yang bungsu menjawab tidak mas pesan ibu untuk perhiasannya khusus dibagi untuk anak perempuannya saja. Karena saya tidak mengerti masalah hukum islam saya bilang ya udah kalo begitu....
Kemudian saya mencoba mempelajari masalah hukum waris saya bertanya kepada keluarga saya, paman, acil julak,
Dan bertanya kepada pemuka agama, melalui buku dan internet.

Dan saat ini masalah pembagian rumah warisan orang tua saya, pada saat ibu saya masih hidup....beliau pernah berkata kepada saya mas bapak pernah bilang supaya rumah ini nanti kalo dijual supaya dibagi rata saja dengan adik-adikmu....saya katakan mah hukum waris harus dibagi secara syariat islam kl keinginan ibu seperti itu setelah dibagi nanti saya yang akan kasih kepada adik2 supaya mereka hormat kepada kakaknya ini.....Saat ini adik2 saya bersikeras tidak ingin dibagi secara syariat islam....alasannya ingin melaksanakan amanah ibu saya....saya katakan kalo kita tidak melaksanakan sesuai syariat islam haram hukumnya karena saya sdh berkonsultasi dengan banyak pihak. Nanti mas yg akan kasih kalian. Namun semua adik saya menolak tidak mau berdasarkan syariah islam. Berbagai cara sdh saya coba jelaskan namun yg timbul justru saya dimusuhi, dibilang saya gila harta, serakah, giliran harta maju paling depan, dsb. Akhirnya saya buat pernyataan diatas materai jika adik2 bersikeras tidak mau melaksanakan pembagian waris tdk sesuai amanah Allah SWT yang lebih tinggi daripada amanah orang tua, yg mana amanah tersebut bertentangan dengan ketetapan Allah dan Rasul nya maka haram hukumnya harta warisan tsb, maka saya menyatakan tidak bersedia menerima dan saya persilakan adik2 saya untuk membaginya bertiga......Dan saat ini terhadap salah satu tanah ayah saya sdh mereka bertiga lakukan.....
Yang ingin saya tanyakan
1. Apakah ada akibat apabila kita tidak melaksanakan pembagian secara syariah islam terhadap ayah dan ibu saya di akherat kelak ?
2. Apakah ada dalil dalam alquran atau hadist yang mana boleh kita tidak paksakan hukum waris tesebut asalkan ada wasiat org tua baik lisan ataupun tertulis.
3. Saya mengambil jalan membuat surat pernyataan tersebut agar tidak terjadi perselisihan dan saya takut menerima hasil penjualannya karena takut berimbas kepada ayah dan ibu saya di hadapan Allah SWT
4. Saya sdh sampaikan ke adik2 saya jikalau takut saya tidak kasih setelah dibagi secara islam......kita buat perjanjian di notaris, agar mereka mau mengikuti pembagian secara syariah islam namun adik2 saya tetap menolaknya.
5. Mohon saya dapat diberikan penjelasan jalan terbaik agar syariah islam bisa dilaksanakan demi orang tua saya. Terima kasih pak ustad.



-- Rusdiyanto Rasyid (Berau, Kaltim)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wr w.

Hukum waris telah dijelaskan dalam Al Qur'an secara sangat detail dalam suroh An Nisa', ayat ke 7 s/d ayat ke 14 dan diakhir suroh yaitu ayat 176

Perihal besarnya dosa bagi orang muslim yang melanggar hukum waris, Allah sebutkan ancaman-Nya dalam suroh An Nisa' ayat ke 14 yang artinya :

" Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batasnya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan akan mendapat adzab yang menghinakan "

Adapun wasiat orang tua agar anak-anaknya nanti membagi harta waris dengan cara pembagian sama rata, maka haram untuk dilaksanakan, karena wasiat tidak boleh bertentangan dengan hukum Allah, Dan justru kalau wasiat orang tua tersebut tetap dilaksanakan, maka orang tua yang berwasiat berdosa dan anak-anak yang melaksanakan wasiat tersebut juga dosa

Dan wasiat ibu agar kelak perhiasaanya di bagi untuk anak-anaknya yang perempuan saja, juga haram untuk dilaksanakan, karena wasiat itu tidak berlaku bagi ahli waris, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

Sebagai seorang kakak yang telah mengetahui perihal wajibnya mengikuti hukum Allah, maka wajib bagi untuk menyampaikan dengan cara bijak kepada adik-adik anda.

Dan kalau setelah anda jelaskan, mereka tetap tidak mau mengikuti hukum Allah, maka tangungjawab anda in sya Allah telah gugur, Dan apabila kemudian mereka tetap membagi waris sesuai wasiat orang tua, maka anda tetap berhak mengambil bagian waris anda, meskipun sebagiannya diambil oleh adik-adik anda dengan cara yang tidak benar

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memberikan petunjuk kepada kita semua

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 

 



-- Agung Cahyadi, MA