Jika Tegur Sapa Beberapa Kali Tidak Dibalas, Apakah Berdosa Jika Kita Ikut Mendiamkan

Akhlaq, 4 Juli 2017

Pertanyaan:

Assalamualaikum,

Ustadz, Jika tegur sapa kita sudah beberapa kali tidak dibalas oleh seseorang. Jika kita ikut mendiamkan ia, apakah kita berdosa? karena capek juga terus-terusan menegur tetapi tidak dibalas. Berapa kali syarat kita harus menegur agar kita tidak berdosa.

Salam,

sah

 

 



-- Sah (Jakarta)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudaraku yang dirahmati ALLAH SWT

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Setan (Iblis) telah putus asa untuk disembah oleh orang yang rajin shalat di Jazirah Arab. Namun dia selalu berusaha untuk memicu permusuhan dan kebencian.” (HR. Muslim 2812 dan Ibn Hibban 5941).

Ketika Iblis melihat kemajuan islam di akhir dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia sudah putus asa, tidak mungkin kaum muslimin akan menyembahnya (melakukan syirik) di jazirah arab. Karena mereka menjadi generasi yang sangat kuat imannya. Tapi setan tidak tinggal diam, dia berupaya untuk memicu munculnya permusuhan diantara mereka.

Karena itu, sikap saling mendzalimi tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Sikap saling mendzalimi telah menyatu dan menjadi warna hidup manusia. Namun, islam tidak membiarkannya. Islam menekan agar seminimal mungkin semacam ini bisa terjadi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari 3 hari.” (HR. Bukhari 6237 dan Muslim 2560).

Anda bisa perhatikan hadis di atas,

Islam tidak melarang umatnya untuk membenci muslim yang lain secara mutlak. Karena setiap muslim yang merasa telah didzalimi orang lain, dia pasti akan membencinya. Dan tidak bisa serta merta memaafkannya. Untuk itu, islam memberikan batas toleransi selama 3 hari. Toleransi bagi gejolak emosi yang itu menjadi tabiat manusia.


 Sambungan hadits di atas : Yang terbaik diantara dua orang bertikai itu adalah yang lebih dulu mengajak damai. Nah anda adalah yang terbaik. Nah sekarang diam nya anda bbukan dalam rangka membencinya? Ya tidak apa apa. asal anda buktikan saat saat tertentu anda menegurnya lagi dengan ucapan salam. 

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi