Hubungan Ayah Tiri Dengan Anak Tiri

Akhlaq, 12 Juli 2017

Pertanyaan:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Saya mempunyai keluarga kerabat (jauh). Saat ini memiliki persoalan yang belum serius namun dikhawatirkan menjadi tidak baik.

Begini, sang ibu (katakan bernama A adalah anak tunggal) menjanda dengan seorang anak kandung wanita tunggal (katakan bernama B, janda belum punya anak). Dengan perkawinan kedua A mendapat anak tiri 2 orang (katakan bernama C dan D, semua wanita dan sudah gadis).Karena suami keduanya telah meninggal lalu sang ibu (A) menikah lagi dengan seorang duda (E). Kemudian sang ibu (A) meninggal dunia.

Saat ini bapak E seringkali tinggal hanya berempat dengan ketiga anak tirinya, di rumah peninggalan ibu A.

Pendapat saya tentang bapak E sendiri, sampai saat ini termasuk baik. Dia juga punya anak kandung, punya cucu, dan punya harta yang cukup.

Pertanyaannya:

1. Bagaimana sebaiknya bungan bapak E dan ketiga anak (wanita) tirinya?. Sehubungan dilingkungannya sudah terjadi pembicaraan yang kurang baik dan demikian pula hubungan B dengan saudara2nya ibu A menjadi tidak harmonis. Mohon dijelaskan hukum syar’i nya.

2. Bagaimana pembagian hak warisnya, mengingat peninggalan ibu A cukup banyak sebelum menikah dengan E. Demikian juga harta warisan dari orang tua ibu A kepada A juga cukup banyak, kedua orang tua ibu A sudah meninggal.

Terima kasih

Wasslam.


 



-- Ardy (Jakarta)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

ٍSaudara Ardy yang dirahmati ALLAH SWT.

 

Ketika Seorang lelaki menikahi janda yang memiliki anak perempuan, dalam bahasa syariat, status anak perempuan ini disebut rabibah bagi suami ibunya.

Apakah rabibah ini mahram bagi suami ibunya?

Permasalahan ini telah Allah jelaskan dalam Alquran,

وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ

“(Diantara wanita yang haram dinikahi adalah) Anak-anak (perempuan) isterimu yang dalam asuhanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya.” (QS. An-Nisa’: 23)

Ayat ini menjelaskan hubungan antara ayah tiri dengan rabibah (anak tiri), bawaan istrinya adalah mahram. Berarti haram dinikahi. 

Maka tidak mengapa mereka hidup bersama di satu rumah.

Semoga ALLAH SWT selalu melindungi dan menjaga mereka dalam ridlo ALLAH, demikian pula anda yang peduli terhadap mereka.

WaLLAHU a'lam

 

 



-- Selamet Junaidi