Gaji Pegawai Syubhat

Lain-lain, 13 Juli 2017

Pertanyaan:

Assalammuallaikum Wr Wb.

Kyai dan Ustadz, semoga umur anda dibarokahi Allah. saya adalah karyawan training di sebuah perusahaan consultan ISO dan legalitas perusahaan. Perusahaan saya seringkali mendapatkan order/permintaan bantuan penerbitan sertifikasi ISO. sebenarnya jika melalui proses dan sesuai prosedur mungkin bisa sebuah perusahaan mendapatkan sertifikasi ISO, tetapi disini ada klien yang meminta hanya sertifikat nya saja tanpa melalui proses dan tahapan sesuai dengan prosedur. Ketika melakukan proses transaksis sesuai prosedur, jelasnya ada tentang pengupahan/pembayaran atas jasa yang telah dilakukan. tetapi bila tidak sesuai dengan prosedur seperti contoh di atas, maka mungkin terjadi suap menyuap dengan kata lain kita membayar hanya ingin sertifikatnya saja tanpa melalui prosedu yang  berlaku. dan dari semua dua peristiwa diatas, maka yang pertama pembayaran sah dan halal ketika transaksi sesuai dengan muamalah jasa, dan haram ketika tidak seusai dengan muamalah jasa serta terjadinya suap menyuap. setelah uang terkumpul, uang tersebut digunakan untuk gaji pegawai dan biaya operasional. maka jatuhnya akan syubhat. lantas kyai dan ustadz, apakah yang harus saya lakukan? karena menurut ulama, kita harus menjauhi segala hal yang syubhat.

terima kasih dan mohon jawabannya.

 

Wassalammuallaikum Wr Wb



-- Pratama (Jakarta)

Jawaban:

Wswrwb, Saudara Pratama  yang dirahmati ALLAH SWT.

Semoga niat suci dan mulia anda untukmenjaga kehalalan usaha anda bahkan menghindari hal yang subhat benar-benar akan mensucikan agama dan harga diri anda di hadapan ALLAH SWT sebagaimana sabda RasuluLLAH saw:

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ فَمَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلَا وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

(رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Abdillah anNu’man bin Basyir –semoga Allah meridlainya- beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas, yang haram itu jelas, di antara keduanya terdapat perkara yang samar (musytabihat) tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menghindari syubuhat maka ia membersihkan Dien dan kehormatannya. Barangsiapa yang masuk ke dalam syubuhat maka ia (hampir) masuk ke dalam haram, bagaikan penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar himaa (wilayah yang dilindungi), hampir-hampir saja ternak itu makan di tempat yang dilindungi tersebut. Ingatlah, sesungguhnya setiap raja memiliki wilayah khusus yang dilindungi, ingatlah bahwa wilayah khusus yang dilindungi bagi Allah adalah keharamannya. Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa (segumpal daging) itu adalah hati (H.R alBukhari dan Muslim)

Tetaplah anda memberikan masukan di tempat kerja anda dengan cara yang terbaik dan bijak agar prosedur kerjaa berjalan sebagaimana mestinya.

jika kejadian yang melanggar prosedur itu hanya satu dua orang saja , maka tidak mengapa anda tetap kerja di sana. Namun jika sebagia besar melanggar prosedur maka carilah kerja lain. Anda pindah ketika sudah dapat kerja yang lain.

Semoga ALLAH memudahkan segala urusan anda.

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi