Talaq Suami

Lain-lain, 13 Agustus 2017

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb. Mohon maaf saya eka pratiwi umur saya 22 tahun saya ibu rumah tangga dengan 1 anak. Saya ingin bertanya kepada bapak ustadz atau ibu ustadzah soal talak yang dijatuhkan suami saya sebulan yg lalu. Saya bertengkar dengan suami saya karena emosi yang melonjak suami saya mentalaq saya. Kata katanya seperti ini: "Saya talaq kamu langsung talak tiga gak usah talak 1 talak 2 ". Dengan nada tinggi dan emosi. Lalu saya meminta maaf dan memohon agar tidak dicerai nya. Dia memaafkan saya. Yg ingin saya tanyakan apakah talak suami saya SAH atau TIDAK SAH dimata agama. Lalu saya masih 1 tempat tidur dengan suami saya. 



-- Eka Pratiwi (Jakarta)

Jawaban:

وعليكم السلامورحمة الله وبركاته

Bu Eka Pratiwi yang dirahmati ALLAH SWT

Ucapan suami ibu sudah jatuh talak satu saja .ALLAH SWT telah menjelaskan :

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ  … فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain.” (QS. Al Baqarah: 229-230).


 

Kita dapat berdalil dengan firman Allah Ta’ala,

  Talak itu dua kali الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ

Talak (yang dapat kembali rujuk) dua kali” (QS. Al Baqarah: 229). Yang dimaksud di sini adalah talak itu ada dua, artinya talak itu tidak sekali ucap. Jika jatuh talak, lalu dirujuk, setelah itu ditalak lagi, ini baru disebut dua kali. Artinya ada kesempatan untuk rujuk. Sedangkan talak tiga dalam sekali ucap tidak berlaku demikian dan berseberangan dengan aturan yang telah  Allah tetapkan.

Jadi sekarang otomatis anda sudah rujuk dan boleh berhubungan suami istri...

Jadikanlah peristiwa ini sebagai pelajaran jangan sampai jatuh lagi talak ke dua dan ke tiga

Semoga keluarga anda semakin tentram dan bahagia karena bisa menahan marah 

WaLLAHU a'lam

 



-- Selamet Junaidi