Melunasi Hutang

Fiqih Muamalah, 17 Agustus 2017

Pertanyaan:

اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Ustad yg dirahmati Allah,

Saya seorang PNS. Seringkali karena konsekuensi pekerjaan dituntut untuk memalsukan kuitansi pertanggungjawaban laporan perjalanan dinas. Apakah boleh uang "kelebihan" yang diperoleh digunakan untuk membantu membayar hutang gharim?

Terima Kasih ustad atas informasinya 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

 



-- Hadiyanto (Surabaya )

Jawaban:

Wa'alaikumusalaam wrwb.

Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, dan tidak menerima kecuali yang baik saja, demiianlah kurang lebih makna dari sebuah hadits shahih riwayat Imam MUslim

Dari hadits tersebut, maka Islam sebagai agama yang baik yang ditetapkan oleh Dzat Yang Maha Baik, telah menetapkan bahwa untuk berbuat yang baik harus memakai cara yang baik pula, dan bahwa tujuan yang baik tidak menghalalkan segara cara untuk menggapainya

Dari penjelasan tersebut diatas, maka uang yang anda terima dengan cara yang haram tersebut tidak boleh untuk digunakan untuk tujuan yang baik yaitu membantu orang yang berhutang/gharim

Allah-pun telah menegaskan akan wajibnya infaq dari harta yang baik-baik saja, Allah berfirman yang artinya : " Wahai orang-orang yang ber-iman, Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untumu.. " ( QS. 2:267)

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk membimbing kita semua ke-jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA