Ngijing Makam Keluarga Non-muslim

Lain-lain, 22 Agustus 2017

Pertanyaan:

Bismillah. Assalamu'alaikum ustadz. Saya dulu seorang muallaf. Jadi keluarga saya (mbah, pakde, bude dll) semua nasrani. Mbah sudah meninggal. Lalu saudara-saudara berencana ngijing makam mbah. Semua dimintai urunan. Dalam Islam ngijing makam kan dilarang. Kalau di agama mereka kan tidak ada aturannya. Saya & sekeluarga yang muslim ini bagaimana ya ustadz? Kalau urunan berarti saya ikut mendukung, dosa/tidak? Kalau tidak urunan saya harus bilang bagaimana agar mereka tidak tersinggung?

Kalau kakak saya malah usul begini: "kan kita mau taat, gak mau terlibat bikin kijing. kalau mau, kita niatkan nyumbang untuk pemeliharaan makam (cabut rumput), nilainya dibawah urunan yang disepakati (sebagai tanda memang bukan buat kijing)" bagaimana itu ustadz? Sama saja atau tidak? Atas jawaban & masukannya saya sampaikan terimakasih. Jazaakumullah



-- Risna (Surabaya)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudari kami Risna yang dirahmati ALLAH SWT. Sebelumnya saya ucapkan selamat atas kebahagiaan dan keberuntungan anda yang sangat istimewa, masuk kepada Islam. AlhamduliLLAH

Anda bertanya dan anda sendiri sudah menjawabnya. Cara anda mensikapinya benar dan bijak. Menolak melakukan yang dilaranga oleh RasuluLLAH saw kemudian anda menawarkan kebaikan agar hubungan persaudaraan tetap terjalin indah.

Harapan yang tertanan adalah semoga saudara dan keluarga anda bisa tertarik untuk mengikuti jejak anda untuk masuk ISLAM.

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi