Bolehkah Seorang Istri Bercadar Tanpa Restu Suami

Lain-lain, 9 September 2017

Pertanyaan:

Dulu saat saya berhijab,suami saya bilang saya lebih cantik tanpa hijab. Dia meminta saya tidak berhijab, tapi saya tetap berhijab. 

Kemudian, saya mendapat ilmu bahwa muslimah seharusnya berhijab syar'i. Maka saya mulai mengenakan gamis dan suami saya tidak berkenan karena menurutnya saya lebih cantik dan bagus menggunakan skinny jeans. Saya juga mengenakan khimar/bergo lebar yang menutup dada, suami pun tidak berkenan. Dia berkata saya lebih kece pakai kerudung seperti para hijaber-hijaber blogger yang fashionable.

suatu kali saya berkata kepada suami bahwa saya ingin bercadar, dan dia menentang keras. Dia bilang itu bukan seleranya, dia ingin kalau dia jalan-jalan/pergi bersama saya, orang-orang tahu bahwa istrinya cantik dan kece. Dia juga bilang bahwa perempuan bercadar terlihat kumuh, berkata pula suami saya bahwa ini bukan arab, tidak ada debu pasir yang membuat saya harus bercadar.

saya sedih sekali. Untuk kewajiban berhijab syar'i, saya tidak menuruti suami yang meminta saya berhijab ala hijaber karena Allah lebih utama. Saya ingin bercadar, karena saya kurang berkenan dan risih bila non mahram melihat saya.

saya tahu bahwa seorang istri harus menuruti apa kata suaminya. 

yang saya ingin tanyakan dalam hal ini: bolehlah saya tetap bercadar? Karena mendengar alasan suami saya menentang saya bercadar sangat membuat saya tidak berkenan.



-- Shena (Jakarta)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bu Shena yang dirahmati ALLAH SWT.

Bersyukurlah kepada ALLAH SWT karena mendapat karunia besar yaitu mudah menerima perubahan untuk yang lebih menurut hidayah ALLAH SWT.

Maka sebagai seorang istri yang siap berubah lebih seharusnya dia juga mempersiapkan suaminya untuk bisa menerima perubahan itu dengan shabar dan bijak agar mendapat ridho ALLAH SWT, sehingga bisa selalu dalam keharmonisan dalam hidupnya bahkan sampai ke Syurga secara bersama-sama. Ingat anda hidup tidak sendiri lagi tapi ada suami anda bahkan beliau pemimin anda.

Mengenai cadar, hukumnya menurut ulama Maliki:

"Mazhab Maliki berpendapat bahwa wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah"

Karena memakai cadar hukumnya sunnah, maka sebagai istri kalau anda ingin memakainya, kondisikan sebaik mungkin suami anda agar bisa menerimanya. Karena terkait perbuatan sunnah jika seorang istri ingin melakukannya, maka yang terbaik adalah minta izin suaminya. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits ketika seorang istri ingin mengerjakan puasa sunnah:

لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ رواه البخاري

tidak halal bagi wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya hadir kecuali dengan ada izin darinya”(H.R. Imam Bukhari)

Semoga anda semakin pandai meluluhkan hati suami anda dengan akhlak istri sholehah sehingga perubahan anda menuju kesempurnaan sebagai hamba ALLAH mendapat dukungan besar dari suami anda.

WaLLAHU a'lam

 



-- Selamet Junaidi