Permohonan Khulu'

Fiqih Muamalah, 25 September 2017

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum ustadz..ana bermaksud mengajukan khulu kepada suami karena sering tidak sepaham. Terkait kontrasepsi ana bermaksud untuk membuka alat kontrasepsi, tapi dia menolak karena dia tidak ingin menambah anak, anak kami ada 2 perempuan semua, sedangkan ana takut Allah marah.

Dia sudah mengakui 2x sudah berselingkuh, namun yang sekarang lebih menyakitkan karena hubungan mereka sepertinya sudah jauh, karena suami suka bervideo call. Disaat suami meminta pada ana untuk poligami dan suami tidak mendapat ijin dari ana untuk poligami maka wanita itu meninggalkan suami ana. Karena sebelum menikah dia sudah berjanji untuk tidak poligami. Dan disaat ana sudah memaafkan dan ingin memperbaiki rumah tangga, sepertinya suami ana masih memiliki bayang2 wanita itu, sehingga dia tidak bergairah untuk berjimak dengan ana. Walaupun sikapnya selalu baik dengan ana.

Suami ana selalu belajar agama namun kami berbeda ustdaz, yang dimaksud adalah memiliki perbedaan pemahanman dalam menyimpulkan dalil, namun suami ana masih sering menonton bioskop yang pastinya isinya penuh dengan maksiat dan zina, namun ana tidak mampu menolak ajakan nontonnya karena ana berfikir, jika tidak mau menemani dia nonton, dia akan mencari wanita lain yg mau menemaninya nonton. Ana merasa didekatnya ana menjadi lebih dekat dg maksiat, ana semakin susah untuk melakukan rutinitas ibadah ana karena beberapa hal, sehingga ana merasa menjadi jauh dari Allah disaat berdekatan dengan suami. 

Namun ana tidak menghilangkan semua kebaikan suami ana, dia selalu saja membayar kesedihan ana dengan uangnya. Dulu ana sering bersedih karena sering dicaci maki bahkan dipukul walaupun tidak membekas, karena dia pernah berucap untuk membayar kesedihan ana karena sifat temperamentalnya itu. Namun sekarang ana menjadi takut jika terus bersamannya maka kehidupan ana dalam ketaatan kepada Allah semakin sulit dilakukan, ana takut bersamanya hanya akan membawa ana ke neraka, karena dia pun mengijinkan ana berkumpul dengan laki-laki tanpa ada rasa cemburu atau takut kepada Allah.

Apakah alasan diatas bisa dijadikan sebagai alasan ana meminta khulu? Syukron untuk jawabannya ustadz..

Jazakallah Khairan ustadz



-- Maya (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Alasan-alasan yang anda tuliskan  in syaa Allah sudah cukup untuk dijadikan sebagai alasan syar'i bagi anda untuk meminta/menuntut cerai (khulu') kepada suami anda

Tetapi, akan lebih baik kalau anda komunikasikan dulu secara optimal dan dengan cara yang bijak kepada suami agar berkenan untuk memperbaiki diri dari kesalahan dan kekurangan yang anda telah sebutkan, semoga dengan kesempatan yang anda berikan kepada suami untuk memperbaiki diri, Allah berkenan untuk Membimbingnya ke jalan yang benar dan diridhoi-Nya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan hidayah, kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb. 

 



-- Agung Cahyadi, MA