Bakti Ke Suami Atau Bakti Ke Orangtua

Pernikahan & Keluarga, 26 September 2017

Pertanyaan:

assalammualaikum, saya saat ini sudah menikah hampir 1 tahun dan fokus menjadi ibu rumah tangga. hanya suami yang bekerja di instansi pemerintah. orang tua saya dalam kondisi kesusahan. sering memintah bantuan keuangan ke saya. sebelum menikah saya masih bekerja, namun setelah menikah saya berhenti bekerja karena tempat saya kerja harus berjauhan dari suami. saya memilih stop bekerja. saat ini saya tengah menanti kehadiran anak. perlu banyak biaya. satu sisi saya bergantung dengan suami, satu sisi saya sangat ingin menolong orangtua saya. namun keterbatasan dana membuat saya terkadang harus mendahulukan keuangan kami. saya sering sedih disaat orangtua butuh dana saya tidak bisa banyak membantu. sering bingung dan tak enak hati ketika orangtua meminta dana walau hanya 100 ribu saya mengatakan tidak punya. padahal ingin sekali memberinya. namun terkadang saya berikan juga mengingat saya tak ingin orangtua beranggapan kami ini sedang kesusahan pula, karena dua saudara saya yang sudah menikah sedang kesusahan juga dan sering meminta minta duit ke orangtua. saya yang sudah menikah inipun tak ingin menampakkan ke orangtua bahwa kami kesusahan, dan tak pula menampakan bahwa kami berlebih uang. saya cuma tidak ingin orangtua kepikiran tentang anak-anaknya yang sudah menikah namun malah hidup susah. 

apa yang mesti saya lakukan? terkadang tanpa sepengetahuan suami saya meminjam uang ke teman untuk membantu meringankan beban orangtua. dosakah saya? satu sisi saya ingin berbakti ke orangtua. namun satu sisi saya tidak ingin menyusahkan suami.



-- Haamba Allah (Tembilahan)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudari hamba ALLAH SWT yang dirahmati ALLAH SWT.

Anda sedang dicintia ALLAH, dalam keadaan ekonomi kurang anda seperti orang kaya, karena punya hati terbaik. Harapan sempurna jadi anak shalihan segaligus istri shalihah

ALLAH pasti mencintai hambaNYA:

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396, ).

Juga dari hadits Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, ).

Semoga anda tetap perkuat keshabaran dan ikut memikirkan cara memperoleh  tambahan penghasilan. Dan yang lebih penting lagi yakinlah ALLAH pasti akan memberikan jalan keluar dan rizqi yang tidak disangka-sangka bila kita perkuat iman dan taqwa padaNYA karena ALLAH sendiri yang berjanji:

“…. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS.Ath-Thalaq:2-3)

Perbanyak istighfar ( QS. Nuh: 10-12 )

Terus lantunkan doa ketika dililit hutang:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

Yakinlah ALLAH Yang Maha Kaya sudah mempersiapkan surprise bagi anda

WaLLAHU a'lam


 



-- Selamet Junaidi