Apakah Termasuk Kalimat Talaq

Fiqih Muamalah, 1 Oktober 2017

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh...

Ustadz yang dirahmati oleh Allah...

Perkenankan saya bertanya...

Malam ini, saya berbicara sendiri (self-talking) ketika hendak mempersiapkan diskusi mengenai kondisi ortu istri dengan istri saya... Waktu itu, hanya ada saya sendiri di ruang dapur rumah, sedangkan istri ada di kamar bersama putri saya... Sewaktu saya melakukan self-talking, saya berkata, "...aku sudah gak mau lagi berbisnis dengan Bapak.."

Bapak di situ maksudnya adalah mertua saya (bapaknya istri saya)...

Kata "berbisnis" maksudnya adalah berurusan dalam macam-macam hal, seperti perihal ekonomi. Ini sebagai boikot karena ada perilaku dari mertua saya yang berpotensi merugikan kehidupan kami, khususnya dalam masalah ekonomi (terduga riba dan boros)...

Apakah dalam hal ini saya sudah mengucapkan talaq?

Mohon penjelasan dari Ustadz... atas penjelasan Ustadz, saya mengucapkan terima kasih.



-- Abdullaah (Sukabumi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Thalaq itu adalah ucapan/tulisan/isyarat dengan lafadz tertentu yang dilakukan oleh seorang suami dan ditujukan kepada istrinya yang sah.

Apabila lafadznya yang dipakai adalah sharih/jelas (seperti: saya thalaq, saya cerai), maka semenjak ucapan itu disampaikan suami kepada istrinya, secara otomatis akan jatuh thalaq, bahkan meskipun dengan cara bersenda guarau.

Tetapi apabila lafadznya dalam bentuk kinayah/sindiran (seperti, kamu pulang saja ke orang tuamu, kita pisah saja yuk ), maka jatuh dan tidaknya thalaq akan ditentukan oleh niat suami pada saat mengucapkannya. Apabila dengan niat thalaq, maka akan jatuh thalaq, tetapi apabila tidak disertai niat thalaq, tidak jatuh thalaq.

Berdasarkan penjelasan tersebut diatas, maka ucapan anda : "aku sudah gak mau lagi bisnis dengan bapak", tidak menjatuhkan hukum thalaq, karena disamping ucapan tersebut tidak anda tujukan kepada istri, ia juga merupakan ucapan yang tiak sharih atau tidak jelas

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan hidayah, kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshwaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA