Model 3D Apa Termasuk Makhluk Bernyawa

Fiqih Muamalah, 2 Oktober 2017

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya mempunyai hobby membuat model 3 dimensi dengan komputer, yang dari kegiatan ini saya berharap dapat menjadi usaha sampingan disamping pekerjaan saya sebagai petani.

Di antara banyak model 3D yang saya buat merupakan mahluk bernyawa.

Saya pernah membaca, dari fatwa Dr. Yusuf Qardhawi, yang intinya menyatakan bahwa aktivitas membuat patung mahluk hidup adalah diharamkan, sementara gambar mahluk hidup tidak diharamkan.

Pertanyaan saya:
Bagaimanakah dengan aktiivitas yang saya jalani tersebut (membuat model 3D mahluk hidup), yang prosesnya sangat mirip dengan membuat patung, tapi bedanya adalah melalui media komputer (diigital)?

Bagaimana bila model 3D yang saya buat itu adalah mahluk bernyawa yang hanya merupakan mitos saja (misal: naga, centaur, gryphon), yang tidak akan eksis di dunia nyata? Apakah masih dianggap berdosa untuk 'menandingi' ke-Khalik-an ALLAH SWT, padahal mahluk-mahluk itu muncul dari imajinasi semata?

Demikian pertanyaan saya, dan saya haturkan jazakallah khairan untuk perhatian dan jawabannya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.



-- WhiteHat (Yogyakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya diantara manusia yang paling besar siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menggambar gambar-gambar yang bernyawa.” 
(HR. Bukhari dan yang lain)
 
 
Diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa seorang laki-laki datang kepada Ibnu ‘Abbas, lalu katanya, “Sesungguhnya aku menggambar gambar-gambar ini dan aku menyukainya.” Ibnu ‘Abbas segera berkata kepada orang itu, “Mendekatlah kepadaku”.
Lalu, orang itu segera mendekat kepadanya. Selanjutnya, Ibnu ‘Abbas mengulang-ulang perkataannya itu, dan orang itu mendekat kepadanya. Setelah dekat, Ibnu ‘Abbas meletakkan tangannya di atas kepala orang tersebut dan berkata, “Aku beritahukan kepadamu apa yang pernah aku dengar. Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Setiap orang yang menggambar akan dimasukkan ke neraka, dan dijadikan baginya untuk setiap gambarnya itu nyawa, lalu gambar itu akan menyiksanya di dalam neraka Jahanam.’” Ibnu ‘Abbas berkata lagi, “Bila engkau tetap hendak menggambar, maka gambarlah pohon dan apa yang tidak bernyawa.” [HR. Muslim].
 
Dari larangan dalam dua hadits tersebut diatas, seyogyanya kita menghindari untuk menggambar makhluk bernyawa, baik yang timbul atau tidak timbul.
Hal tersebut hukumnya akan menjadi berbeda kalau gambar tyersebut diperuntukkan untuk mainan anak-anak, karena hal tersebut diperbolehkan.
 
Diriwayatkan dari ‘Aisyah, dia berkata, “Aku bermain-main dengan mainan yang berupa anak-anakan (boneka). Kadang-kadang Rasulullah Saw mengunjungiku, sedangkan di sisiku terdapat anak-anak perempuan. Apabila Rasulullah Saw datang, mereka keluar dan bila beliau pergi mereka datang lagi.” [HR. Bukhari dan Abu Dawud].
 
 
Dari ‘Aisyah dituturkan bahwa, Rasulullah Saw datang kepadanya sepulang beliau dari perang Tabuk atau Khaibar, sedangkan di rak ‘Aisyah terdapat tirai.
Lalu bertiuplah angin yang menyingkap tirai itu, sehingga terlihatlah mainan boneka anak-anakannya ‘Aisyah. Beliau berkata, “Apa ini wahai ‘Aisyah?” ‘Aisyah menjawab, “Ini adalah anak-anakanku” Beliau melihat diantara anak-anakanku itu sebuah kuda-kudaan kayu yang mempunyai dua sayap. Beliau berkata, “Apakah ini yang aku lihat ada di tengah-tengahnya?” ‘Aisyah menjawab, “Kuda-kudaan.” Beliau bertanya, “Apa yang ada pada kuda-kuda ini?” ‘Aisyah menjawab, “Dua sayap.” Beliau berkata, “Kuda mempunyai dua sayap?” ‘Aisyah berkata, “Tidakkah engkau mendengar bahwa Sulaiman mempunyai kuda yang bersayap banyak?” ‘Aisyah berkata, “Maka tertawalah Rasulullah Saw sampai kelihatan gigi-gigi taring beliau.” [HR. Abu Dawud dan Nasa’i].
 
Demikian, semoga berkenan untuk memberikan petunjuk kepada kitra semua ke-jalan yang diridhoi-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.


-- Agung Cahyadi, MA