Apakah Jatuh Thalaq

Pernikahan & Keluarga, 11 Oktober 2017

Pertanyaan:

Bismillah, mohon jawaban dari ustadz pengasuh.

Saya menikah 3 tahun yang lalu. Pada tahun pertama pernikahan, suami saya men-thalaq dengan kalimat "saya ceraikan kamu", kemudian merujuk. Tahun lalu kejadian yang sama terulang kemudian merujuk kembali. Bisa disebut suami saya kurang pengetahuan agama khususnya hukum thalaq dan konsekuensi ucapan-ucapan yang mengandung lafadz thalaq? karena dalam 3 tahun pernikahan, suami tidak terhitung lagi berucap kata-kata thalaq kinayah kepada saya. Yang terbaru adalah seminggu lalu saat kami sedang membahas permasalahan pekerjaan suami melalui telepon, suami berucap "yaudah kita bubar aja ya". Menurut pendengaran saya diujung kalimatnya mengandung kata tanya. Seperti sebuah ajakan, bukan keputusan.

Pertanyaan saya, apakah kalimat tersebut merupakan lafadz thalaq yang sharih? Setelah kejadian saya tanyakan kepada suami apakah dirinya bermaksud/berniat bercerai/menceraikan, jawabannya adalah tidak, tetapi hanya karena sedang benar-benar bingung dengan permasalahan dalam perkerjaanya.

Tentu bukan perceraian yang saya harapkan, begitu juga dengan suami, tetapi kehati-hatian mengingat suami telah 2 kali men-thalaq dan merujuk saya. 

Jika ucapannya sah thalaq ke 3, saya atau suami yang seharusnya melakukan gugatan di pengadilan? Pernikahan kami belum dikaruniai anak. 

Jawaban pengasuh sangat saya harapkan, atas segala atensi saya ucapkan jazakumullahu khoiron.

*mohon nama disamarkan



-- Jehan (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumusalaam wrwb.

Lafadz yang bisa dipakai dalam thalaq itu ada dua macam :

1. Sharih atau jelas, seperti : kamu saya thalaq atau kamu saya cerai, ketika seorang suami mengatakan kepada istrinya yang sah dengan lafadz seperti itu, maka secara otomatis jatuh thalaq terhitung sejak lafadz tersebut diucapkan

2. Kinayah atau sindiran, seperti, kamu kembali saja ke orang tuamu atau seperti yang diucaapkan suami : yaudah, kita kita bubar saja, ketika lafadz yang seperti itu yang diucapkan suami kepada istrinya, maka jatuh dan tidak jatuhnya thalaq akan ditentukan oleh niat suami saat mengucapkannya

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka in syaa Allah ucapan suami kepada anda " yaudah kita bubar saja ", tidak terhitung jatuh thalaq, karena lafadz tersebut termasuk kinayah, dan suami anda tidak bermaksud untuk menthalaq anda saat mengucapkannya.

Dengan demikian, in syaa Allah kalian berdua masih berstatus sebagai suami istri, tetapi hendaknya berhati-hati karena sudah pernah terjadik thalaq 2, yang berarti apabila -semoga tidak- sekali lagi suami menthalaq, akan menjadi thalaq tiga atau yang disebut dengan thalaq bain kubro/besar, yang karenamya sudah tidak ada lagi kesempatan ruju' kecuali dengan syarat yang berat (anda sebagai mantan istri harus nikah dengan laki-laki lain kemudiasn berhungan dan kemudian anda diceraikan tanpa adanya rekayasa)

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memberikan petunjuk kejalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshsawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 

 

 



-- Selamet Junaidi