Kredit Apa Termasuk Riba

Fiqih Muamalah, 16 Oktober 2017

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb. Bismillah, saya ingin memiliki barang contoh sebuah HP. Karena di kantor saya ada koperasi saya ajukan kepada koperasi untuk cicilan. harga HP senilai 3,5 juta. Karena HP ini dibeli secara online jadi pihak koperasi membayarkan barang terlebih dahulu, lalu di kirimkan kepada saya.  kemudian koperasi memberikan cicilan kepada saya senilai 370 ribu dengan batas maksimal 10 kali pembayaran. Apakah ini termasuk RIBA? Terima kasih



-- Andi (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Jual beli, baik dilakukan dengan cara kontan atau dengan cara kredit, dalam fiqih Islam masuk dalam kategori fiqih muamalah, yang hukum asalnya adalah mubah atau diperbolehkan, selama tidak mengandung salah satu dari 6 unsur berikut :

1. Gharar atau penipuan. 2. Dhulm/pendzaliman. 3. Jahalah atau ketidakpastian. 4. Gambling atau maisir atau judi. 5. Riba. 6. barangnya haram.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka agar kepemilikan HP anda sah secara syar'i, maka pastikan akad anda dengan fihak koperasi adalah akad jual beli HP dan bukan pinjam meminjam uang dan pastikan tidak ada unsur ribanya, yaitu adanya tambahan harga dari harga yang telah disepakati diawal akad yaitu RP. 3,7 juta.

Dan perlu diketahui, apabila ada tambahan harga atau ancaman adanya tambahan harga yang disebabkan karena anda terlambat dalam meng-angsur walaupun kecil, maka itu adalah riba yang diharamkan, meskipun anda menyepakati

Demikian, semoga Allah senantiasa bertkenan untuk memberi petunjuk kepada kita semua ke-jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA