Bimbang

Lain-lain, 23 Oktober 2017

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saya seorang laki-laki (30 tahun) yang sudah mempunyai istri dan 2 orang anak. Usia pernikahan saya sudah berjalan 4 tahun lebih, namun 3 bulan terakhir ini saya dekat dengan wanita lain, sebut saja dia Rini (22 tahun). Kami sudah sangat dengat bahkan kami sudah melakukan dosa besar yaitu zina. Saya sungguh sangat menyesal dan ingin bertaubat. Yang saya tanyakan :

1. Apakah dosa saya dapat diampuni oleh Allah S.W.T. ?

2. Apa yang harus saya lakukan, sebenarnya saya sangat berniat memperistri Rini sebagai istri kedua saya, namun dia tidak mau kalau dijadikan istri kedua, lebih baik dia pergi dari kehidupan saya dan menanggung semuanya dan bahkan dia rela tidak menikah sama lelaki siapapun karena dia sudah tidak suci lagi. Saya dihadapkan 2 pilihan yang sangat sulit, ingin menceraikan istri saya sangat tidak mungkin, ingin melepaskan Rini saya tidak sanggup melihat dia pergi dengan menanggung semuanya. Saya sungguh sangat ingin bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan dengan cara menjadikan Rini sebagai istri kedua saya ?



-- Prastiyo (Pasuruan)

Jawaban:

Wassalamu'alaikum wr wb, Pak Prastiyo yang dirahmati ALLAH SWT.

Berdasarkan firman-Nya dalam Surat an-Nisaa’/4 ayat 48 dan 116:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya….

Berkaitan dengan penjelasan ayat di atas, Syaikh Abdur-Rahmân bin Nashir as-Sa’di dalam tafsirnya berkata: “(Dalam ayat ini) Allah mengkabarkan kepada kita, orang yang berbuat syirik kepada-Nya (menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain dari makhluknya dalam beribadah) tidak akan diampuni oleh-Nya. Dan Allah akan mengampuni dosa-dosa lainnya selain syirik, baik itu dosa besar ataupun dosa kecil. Itupun, bila Allah menghendakinya”.

Penjelasan di atas pun berlaku, jika si pelaku dosa (maksiat) tersebut tidak istihlâl (yakni, selama ia tidak menganggap perbuatan yang haram tersebut boleh atau halal dilakukan). Karena, orang yang melakukan perbuatan yang haram (maksiat) dengan berkeyakinan bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang boleh dan halal dilakukan, maka orang ini kafir berdasarkan kesepakatan para ulama.

Dalam masalah yang anda hadapi, kami yakin anda bukan termasuk orang yang menganggap dan berkeyakinan bahwa perbuatan zina merupakan perbuatan yang halal atau boleh dilakukan. Namun, perlu diketahui, syarat agar dosa zina tersebut diampuni oleh Allah, Ananda harus segera bertaubat dan berdoa memohon ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita semua untuk bertaubat kepada-Nya. Allah berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…. [at-Tahrîm/66 ayat 8]

Allah juga berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

… dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [An Nûr/24 ayat 31].

Allah sangat gembira dengan taubat seorang hamba-Nya, bahkan kegembiraan Allah terhadap taubat seorang hamba-Nya melebihi kegembiraan orang yang menjumpai barang-barangnya kembali yang telah hilang lenyap darinya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحاً بِتَوْبَةِ أَحَدِكُمْ مِنْ أَحَدِكُمْ بِضَالَّتِهِ إِذَا وَجَدَهَا .

Sungguh Allah lebih bergembira dengan taubat salah seorang dari kalian, melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian terhadap barang-barangnya yang hilang ketika ia mendapatkannya kembali. [HR Muslim, 4/2102 no. 2675,]

Kalau anda sudah bertaubat, anda harus menjauhinya apalagi dia tidak ingin jadi istri ke 2. Dan istri pertama  anda harus diceraikan bila menikah dengannya.

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi