Badal Haji Tapi Kami Belum Berhaji

Haji & Umrah, 16 November 2017

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Warohamtullohi Wabarokatuh

Ustadz Agung yang kami hormati,

1. Bolehkah kami meminta salah satu kerabat atau teman untuk membadalkan haji orang tua yang sudah meninggal, tapi kami sendiri belum pergi berhaji? Biaya haji kerabat atau teman, full semuanya ditanggung  kami. Hal ini disebabkan, jika harus kami sendiri yang membadalkan, akan sangat lama sekali waktunya, mengingat untuk antrian haji kami sendiri saja baru bisa berangkat tahun 2036, Belum jika kami mengantri lagi setelahnya untuk membadalkan haji orang tua kami.

Sedangkan kami ingin segera membadalkan haji untuk orang tua yang sudah meninggal.

2. Bagaimana pendapat Ustadz, jika Badal Haji tsb kami pasrahkan ke Agen travel yang membuka jasa Badal Haji? dengan catatan, kami pastikan bahwa satu orang yang berangkat untuk membadalkan haji hanya untuk satu orang. Bukan satu orang membadalkan haji bbrp orang sekaligus. 
Jazakalloh Khoir Ustadz sebelumnya. 

Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh



-- Aan (Sidoarjo)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wr wb.

Badal haji atau menghajikan orang lain hukumnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :

1- Tidak sah badal haji dari orang yang mampu melakukan haji Islam dengan badannya.

Ibnu Qudamah mengatakan, “Tidak boleh menggantikan haji wajib dari seseorang yang mampu melaksanakan haji dengan dirinya sendiri. Ini disepakati (ijma’) oleh para ulama.

Ibnul Mundzir berkata, “Para ulama sepakat bahwa siapa yang punya kewajiban menunaikan haji Islam dan ia mampu untuk berangkat haji, maka tidak sah jika orang lain menghajikan dirinya.” (Al Mughni, 3: 185)

 

2- Badal haji hanya untuk orang sakit yang tidak bisa diharapkan sembuhnya, atau untuk orang yang tidak mampu secara fisik, atau untuk orang yang telah meninggal dunia.

 

3- Tidak boleh seseorang membadalkan haji orang lain kecuali ia telah menunaikan haji yang wajib untuk dirinya. Jika ia belum berhaji untuk diri sendiri lantas ia menghajikan orang lain, maka hajinya akan jatuh pada dirinya sendiri.

Para ulama di Al Lajnah Ad Daimah berkata, “Tidak boleh seseorang menghajikan orang lain sebelum ia berhaji untuk dirinya sendiri. Dalil dari hal ini adalah riwayat dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seseorang berkata, “Labbaik ‘an Syabromah [Aku memenuhi panggilan-Mu, dan ini haji dari Syabromah]”. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambertanya, “Apakah engkau sudah berhaji untuk dirimu sendiri?” “Tidak”, jawabnya. Lantas beliau bersabda, “Berhajilah untuk dirimu terlebih dahulu, baru engkau menghajikan Syabromah.” 

 

4- Wanita boleh membadalkan haji laki-laki, begitu pula sebaliknya.

Para ulama Lajnah berkata, “Membadalkan haji itu dibolehkan jika orang yang membadalkan telah berhaji untuk dirinya sendiri. Begitu pula jika seseorang menyuruh wanita untuk membadalkan haji ibunya, itu boleh. Sama halnya pula jika seorang wanita membadalkan haji untuk wanita atau pria, itu pun boleh. Sebagaimana adanya dalil shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan hal ini.” [Fatwa Al Lajnah 11: 52]

 

5- Tidak boleh seseorang membadalkan haji dua orang atau lebih dalam sekali haji.

 

6- Lebih afdhol, anak membadalkan haji kedua orang tuanya atau kerabat membadalkan haji kerabatnya. Namun jika orang lain selain kerabat yang membadalkan, juga boleh.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah ditanya mengenai apakah si anak membadalkan haji ortunya sendiri ataukah menyewa orang lain untuk menghajikannya. Beliau menjawab, “Jika engkau menghajikan orang tuamu dengan dirimu sendiri, lalu engkau bersungguh-sungguh menyempurnakan hajimu tersebut, maka itu lebih baik. Namun jika engkau mempekerjakan orang lain untuk menghajikan orang tuamu di mana orang yang menghajikan punya agama yang bagus dan amanah, maka tidak mengapa.” [Fatwa Syaikh Ibnu Baz, 16: 408]

 

7- Seharusnya betul-betul perhatian untuk memilih orang yang membadalkan haji yaitu carilah orang yang amanat dan memahami benar ibadah haji.

 

Berdasarkan penjelasan tersebut diatas, maka sebagaimana yang anda tanyakan yaitu meminta kerabat atau orang lain untuk membadalkan haji orang tua anda yang sudah meninggal in syaa Allah diperbolehkan, dengan syarat bahwa orang yang akan membadalkan haji orang tua anda tersebut sudah pernah haji untuk dirinya sendiri sebelumnya, dan pastia ia adalah seorang yang amanah yang memahami ilmu tentang bagaimana haji ( manasik )

 

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq san ridho-Nya

 

Wallahu a'lam bishshawaab

 

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA