Hukum Memakai Cincin Emas Bagi Laki-laki

Fiqih Muamalah, 23 November 2017

Pertanyaan:

Assalamu'alykum ust, saya Mahasiswi di salah satu perguruan islam negeri di Bukittinggi. sekarang saya sedang proses pengajuan proposal untuk skripsi. saya bermaksud untuk meneliti suatu fenomena yang saya dapati di lokasi saya ketika Magang di Pengadilan Agama. Disana saya dapati kaum laki-laki ada yang memakai cincin ataupun gelang emas. memang sih, salah satu sumber daya alam yang ada di sana adalah tambang emas. tapi itu membuat saya merasa ingin mengetahui dan mempelajari lebih jauh tentang hukumnya.

Mohon bantuannya, kepada ustadz dan ustadzah untuk membimbing saya dalam hal ini......
syukran wa jazakallah khairan,,,, wassalam



-- Nurhidayati (Bukittinggi)

Jawaban:

 Wa’alaikumussalaam wr wb.

Diharamkan bagi kaum lelaki untuk memakai perhiasan dari emas, baik dalam bentuk cincin atau gelang.

Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang sutra dengan tangan kanannya dan emas dengan tangan kirinya, kemudian beliau bersabda :

إِنَّ هَذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي

Sesungguhnya, dua benda ini haram untuk kaum lelaki di kalangan umatku.

 (HR. Abu Daud, An-Nasa’i, Al-Baihaqi, dan Ibnu Abi Syaibah; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Dalam riwayat lain terdapat tambahan, “… Halal bagi wanita di kalangan umatku.” (HR. Turmudzi)

Dalil lain yang menunjukkan terlarangnya kaum laki-laki memakai cincin emas, adalah hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat ada seorang memakai cincin dari emas. Beliaupun bergegas melepasnya dan membuanghnya, kemudian bersabda :

يَعْمِدُ أَحَدُهُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَيَجْعَلُهَا فِي يَدِهِ

“Kalian sengaja mengambil sebongkah bara neraka dan kalian letakkan di tangan kalian.”
Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi, ada sahabat yang menyarankan kepada orang ini, ‘Ambil cincin itu, bisa kamu manfaatkan untuk yang lain.’ Namun pemilik cincin justru menjawab, ‘Demi Allah, tidak akan aku ambil cincin itu selamanya, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuangnya.’

 (HR. Ibn Hibban dalam shahihnya, Syuaib Al-Arnauth mengatakan, ‘Sanadnya shahih’).

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk membimbinhg kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a’lam bishshawaab

Wassalaamu ‘alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA