Izin Nikah Saat Masih Kuliah

Pernikahan & Keluarga, 27 November 2017

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh ustadz.

Ana seorang mahasiswa semester bawah, ana sering terganggu dalam ketaatan kepada Allah karna syahwat ana. Ana sudah berpuasa, menundukan pandangan, tetapi hal itu tetap sama saja ana masih melakukan maksiat. Ana ngerasa sangat butuh untuk menikah, ana takut ana mengambil jalan lain karena tidak mampu menahan. Kemudian, ana cerita ke ibu ana pengen nikah, ana sering ana kirim video ceramah tentang pernikahan. Ana sudah bilang klau ana sudah punya penghasilan dan cukup saat kuliah ini ana mau nikah. Tetapi ibu ana tetap memaksa ana harus lulus kuliah dulu baru boleh nikah, padahal ana ngerasa bahwa untuk menahan 1 tahun lagi ana ngerasa ana ndak mampu. Ibu ana sampai ngancam dia mau bunuh diri segala, dia susah tidur , tidak nafsu makan segala karna tidak terima jika ana nikah saat kuliah. Bagaimana ustadz? Ana bingung ana takut dalam 4 tahun kedepan ana terus melakukam maksiat dan dosa, ana takut ana melakukan zina. Demikian ustadz mohon nasehatnya. Wasalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh  



-- Mr. ZR (Pontianak)

Jawaban:

Wassalamualaikum wr wb.

Saudara yang dirahmati ALLAH SWT.

Benar, bila seorang pemuda sudah punya kemampuan khususnya semangat seksnya sangat besar maka sebaiknya ia menikah sebagaimana sabda RasuluLLAH saw;

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng). HR. Al-Bukhari (no. 5066)  Muslim (no. 1402) 

Tapi kemampuan  untuk menikah belum mendapat dukungan dari orangtua. Maka untuk mencegah hal-hal yang maksiat harus berpuasa. Tapi bila puasanya belum bisa menekan syahwat anda. kemungkinan puasanya tidak cukup sekedar senin kamis, coba ditingkatkan puasa daud. Adapun menundukkan pandangan  tidak cukup dari melihat wanita. Juga tidak melihat filem, vidio dan gambar wanita apalagi porno.

Coba jalankan dengan sungguh- sungguh in sya ALLAH bisa.

Mengenai halangan dari ibunda , harus dihargai karena rido orang tua itu wajib. Tapi jika anda memang ingin menikah segera maka perlu pendekatan yang lebih santun danrasa penghormatan yang tinggi.Terutama jangan ada kesan anda memaksa orangtua dengan keinginan anda tapi lebih pada meminta solusi yang dengan curhat anda secara halus bisa mendapat dukungan orangtua.

Tapi semoga anda mendapat takdir terbaik dari ALLAH SWT.

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi