Sholat Subuh

Akhlaq, 4 Desember 2017

Pertanyaan:

assalamualaikum ustadz

saya ingin bercerita, saya punya teman kos yang saya pandang dari luar agamanya baik. namun di setiap obrolannya dia selalu merasa paling benar & paling pintar tidak hanya soal agama tapi hal lain. misalnya tentang otomotif. dia selalu ngeyel sementra dia gak tahu kalao saya orang bengkel, tapi saya gak mau berdebat. ketika ngobrol tentang agama saya sering dibid'ah-bid'ahkan, sehingga saya menutup obrolan karena saya tidak mau debat kusir. tapi anehnya dia tiap hari selalu bangun jam 7 pagi. saya jadi bertanya-tanya dalam hati, bagaimana sholat subuhnya? saya alhmdulillah tiap pagi subuh di masjid, bangun tidur saya perhatikan kamar mandi masih kering. kemudian saya buang air kecil kemudian berangkat ke masjid. pulang dari masjid gayung, selang, pintu masih pada posisi waktu saya pakai. karena penasaran suatu hari saya ingin membuktikan. kebetulan waktu itu hujan deras saya tidak berangkat ke masjid saya sholat di kos-kosan. setelah sholat saya tungguin didepan kamar sampe jam 7. memang benar adanya bahwa dia tidak bangun sepanjang waktu subuh.



-- Anwar (Kebumen)

Jawaban:

Wassalamualaikum wr wb..

Saudara Anwar yang dirahmati ALLAH SWT.

Trimakasih atas curhatnya tanpa ada pertanyaan ,tapi saya coba menanggapinya.

Kalau benar seperti ini kejadiannya, sungguh aneh? Suka membid'ahkan orang lain, paling merasa benar tetapi meninggalkan sholat shubuh? 

Tolong posisikan dia seperti gayanya, coba anda minta pendapatnya apa bedanya atau mana yang lebih buruk antara orang yang melakukan bid'ah dengan orang yang meninggalkan sholat berjamaah? Bagaimana sesungguhnya dia akan ketahuan bagaimana jawabannya?

Padahal apa komentar RasuluLLAH saw, terhadap orang yang meninggalkan shalat.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda.

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. [Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab Al-Iman 82]

Dalam hadits lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir”. [Dikeluarkan oleh Imam Ahmad 5/346 dan para penyusun kitab Sunan dengan isnad Shahih; At-Turmudzi 2621, An-Nasa’i 1/232, Ibnu Majah 1079]

Semoga anda sebagai sahabatnya dapat ambil kesempatan pahala untuk berupaya menyadarkannya.

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi