Kemitraan Kontrak

Fiqih Muamalah, 12 Desember 2017

Pertanyaan:

Assalamualikum

Ustad usaha saya d bodang peternakan ayam. Dengan sistem kemitraan kontrak d mana harga bibit, pakan, obatan di tentukan d awal sebagai bon. D bayar nanti oleh hasil produksi setalah panen. Hrga panen juga d tentukan di awal kontrak sesuai kontrak. Peternak tidak boleh menjual hasil pannen ke orang lain. Untung rugi d tanggung peternak. Apakah ini termasuk riba atau bukan.  Syukron ustad.



-- Nana Supriatna (Kuningan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Yang saya simpulkan dari sistem kemitraan usaha anda  hukumnya tidak boleh karena beberapa alasan :

1. Harga bibit, pakan dan obat-obatan yang ditentukan di awal sebagai bon, itu berarti dihitung sebagai hutang piutanag, karena dibayar nanti dari hasil produksi.

Pertanyaannya adalah apakah yang akan anda bayarkan nanti dengan nominal yang sama  sesuai dengan harga bibit, pakan dan obat-obatan atau tidak?.

Kalau yang anda bayarkan nanti dengan nominal yang sama, maka itu bukan riba, tetapi kalau yang anda bayarkan nanti dengan nominal yang lebih, maka itu adalah riba yang diharamkan dalam Islam

2. Harga panen sudah ditentukan diawal kontrak, Hal ini akan memunculkan gambling (bernilai judi), karena bisa jadi harga yang telah ditentukan diawal kontrak tersebut, tidak sesuai dengan harga pasar saat panen (bisa diatas harga pasar dan bisa jadi dibawah harga pasar)

3. Peternak tidak boleh menjual hasil panen kepada orang lain, Hal ini bisa memunculkan pemaksaan sekaligus pendzoliman, karena bisa jadi nanti mitra anda akan mematok harga yang jauh dibawah harga pasar.

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA