Bercanda

Fiqih Muamalah, 12 Desember 2017

Pertanyaan:

Assalamualaikum

Saya mau bertanya

Suatu hari saya ditanya ibu saya mengapa saya makan 3 ayam setiap 1 kali makan. saya ingin bercanda jadi saya menjawab "Karena Allah suka yang ganjil". Walaupun bukan itu alasan sebenarnya kami tertawa sejenak. Tidak lama kemudian saya baru ingat bahwa menjadikan agama sebagai bahan tertawaan tidak boleh. Apakah perbuatan saya termasuk melecehkan agama? apakah saya termasuk orang yang kafir setelah beriman?. Sungguh saya tidak berniat untuk melecehkan agama saya sama sekali tetapi saya tetap ragu akan perbuatan saya ini. Mohon dijawab. Trims.

 



-- Nyco (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaiumussalaam wrwb.

Canda sebagaimana yang telah anda lakukan tersebut, in syaa Allah bukan termasuk candaan yang diharamkan Allah seperti yang tersebut dalam suroh At Taubah ayat 65-66, karena jawaban anda atas pertanyaaan ibu merupakan candaan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam, bahwa Allah itu memang menyukai yang ganjil, tetapi perlu untuk anda lanjutkan dengan jawaban yang sebenarnya, kenapa anda kok makan ayam derngan cara tersebut sebagai jawaban atas pertanyaan ibu anda.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah mencadai seorang ibu yang sudah tua ketika bertanya kepada Rasulullah : apakah ibu tersebut bisa masuk surga?, maka saat itu Rasulullah menjawab dengan jawaban yang kurang lebih : Wahai, ibu di-surga tidak ada orang tua, Maka ketika ibu tersebut terlihat kecewa, maka Rasulullah menjawab dengan jawaban yang sebenarnya, bahwa di Surga nanti semua orang akan menjadi muda dan tidak akan menua

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memberi petunjuk kepada kita semua ke-jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA