Syafaat Nabi Muhamad

Sholat, 15 Desember 2017

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr wb

Ustadz, mau tanya. Apakah syafaat nabi Muhammad hanya diberikan dimyaumil akhir saja? Apakah tidak berlaku ketika masih di dunia?.



-- Udin (Kudus)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Benar, bahwa syafaat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itu hanya ada di akhirat saja dan tidak di dunia

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan tentang waktu terjadinya syafaat Nabi dan macamnya:

“Rasulullah SAW memberikan syafa’at kepada manusia pada hari kiamat, yaitu dengan memberikan ketenangan pada waktu mereka dalam ketakutan. Rasul juga memberikan syafa’at dengan memohon keringanan adzab untuk sebagian orang-orang kafir, sebagaimana yang terjadi pada diri paman beliau Abu Thalib. Rasul juga memberikan syafa’atnya dengan memohon kepada Allah untuk mengeluarkan sebagian orang mukmin dari siksa api neraka atau memohonkan mereka untuk tidak dimasukkan ke dalam api neraka setelah ditetapkan bahwa mereka akan masuk neraka. Rasul juga dapat memberikan syafa’at bagi seseorang untuk masuk surga tanpa melalui proses hisab atau dengan mengangkat derajat sebagian mereka untuk bisa tinggal dalam surga yang lebih tinggi.” (Fathul Bari syarah Shahih Bukhari)

Ibnu Abil Izz Al Hanafi (murid Ibnu Katsir) menyebutkan bahwa syafa’at ada 8, yaitu :

  1. Syafa’at Udzma, ini khusus bagi Nabi Muhammad.
  2. Syafa’atnya Nabi Muhammad kepada kaum yang kebaikan dan keburukannya seimbang untuk masuk surga.
  3. Syafa’atnya Nabi Muhammad kepada siapa yang disuruh masuk neraka untuk tidak memasukinya.
  4. Syafa’atnya Nabi Muhammad untuk mengangkat derajat ahlul jannah.
  5. Syafa’atnya Nabi Muhammad kepada suatu kaum untuk masuk jannah tanpa hisab.
  6. Syafa’atnya Nabi Muhammad untuk meringankan adzab neraka bagi siapa yang berhak mendapatkannya, seperti syafa’atnya kepada pamannya Abu Thalib.
  7. Syafa'tnya Nabi Muhammad kepada segenap kaum mu'minin agar diizinkan masuk syurga.
  8. Syafa'atnya Nabi Muhammad kepada para pelaku dosa besar dari kalangan umatnya yang masuk neraka agar keluar darinya.                                                      (Syarh Aqidah Thohawiyyah oleh Ibnu Abil Iz Al Hanafi)

Demikian, semoga bermanfaat

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA