Niat Ganda

Fiqih Muamalah, 25 Desember 2017

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr wb

Ustadz....Apakah boleh niat lebih dari satu untuk ibadah sunnah yang sejenis dalam satu waktu?   Misalnya sholat sunnah rowatib qobliyah,  tahiyatul masjid dan setelah wudhu. Atau puasa sunnah senin,  ayyamul bidh dan syawal.  Apakah mendapat pahala 3 atau bagaimana?  

Matur nuwun atas jawabannya

Wassalamu'alaikum wr wb



-- Yudi (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Para Ulama' membolehkan untuk menggabungkan niat dalam ibadah sunnah, jika yang satu diperintah tersendiri secara dzatnya dan memiliki fadhilah tersendiri sedang yang satunya hanya digambarkan secara mutlak atau umum serta tidak ada fadhilah secara khusus.

Contoh : boleh menggabungkan niat shalat tahiyatul masjid dengan niat shalat rawatib. Shalat tahiyatul masjid tidak digambarkan fadhilahnya secara khusus.

Rasulullah hanya melarang seseorang duduk di masjid sebelum melaksanakan shalat dua rakaat. Maka, segala shalat dua rakaat yang dikerjakan sebelum seseorang duduk sudah disebut shalat tahiyatul masjid, baik itu shalat rawatib, shalat hajat, sunah wudhu’, shalat taubat dan seterusnya. Maka shalat ini bisa digabungkan dengan shalat sunnah rawatib yang memilik fadhilah tersendiri.     

Contoh lain: Menggabungkan puasa Syawal dengan puasa Daud, puasa Ayyam Bidh dan Senin Kamis adalah boleh.

Pada puasa Ayyam Bidh, puasa Senin Kamis dan puasa Daud tidak digambarkan fadhilah tertentu. Maka puasa-puasa ini bisa digabungkan niatnya dengan puasa sunnah Syawal yang memiliki perintah tersendiri dan fadhilah tersendiri

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan petunjuk kepada kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA