Komunikasi Dalam Rumah Tangga

Pernikahan & Keluarga, 28 Desember 2017

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz

Mohon pencerahannya. saya berumah tangga selama 6 tahun. semakin kesini rumah tangga yang saya jalani semakin dingin. dingin dalam artian tidak ada kehangatan dalam keluarga seperti rumah tangga lain. Saya dan suami sejak awal menikah selalu hidup terpisah karena suami mencari nafkah di luar kota. sampai anak kami sudah 2 orang suami saya seperti tidak ada keinginan untuk tinggal bersama. Sudah saya sampaikan berulang kali bahwa titik berat tinggal bersama adalah untuk masa depan dan psikologis anak khususnya. karena anak saya yang pertama dekat ke ayahnya jadi anak yang tidak mau sekolah cenderung murung tidak ceria keadaan beda bila ayahnya pulang.

Sedangkan untuk hubungan saya dan suami dingin, jarang ngobrol meskipun untuk obrolan ringan. Karena setiap pembicaraan selalu berakhir dengan kalimat ato kata yang tidak menyenangkan. Saya sudah berusaha membahas topik-topik ringan untuk sekedar bicara tapi tanggapan selalu tidak antusias. Bahkan bila di depan umum terkesan malu bila bersama saya. 

Apa yg sebaiknya saya lakukan ustadz? Saya ingin sekedar konsultasi dengan kelurga takutnya menimbulkan penilaian yang salah ataupun fitnah terhadap saya atau suami. mohon pencerahanya.

Terimakasih

Wassalamualaikum wr wb.



-- Dira (Malang)

Jawaban:

Wassalamualaikum wr wb.

Bu Dira yang dirahmati ALLAH SWT karena keshabaran anda menjalani hidup sampai punya anak dua dalam situasi sering berjauhan dengan suami karena beliau harus bekerja di tempat yang jauh.

Maaf biasanya jika suami istri yang berpisah karena tugas bila akan pulang pasti membawa semangat dan gelora kerinduan untuk bertemu sehingga ketika bertemu terasa hangat tidak dingin, tapi anda berdua justru terasa dingin? Berarti ada sesuatu yang perlu diperbaiki:

1. Jika anda berdua sedang berpisah jangan putus hubungan melalui hp, tunjukkan suara cinta dan kerinduan anda kepada beliau dan beri motivasi agar tetap semangat bekerja. Maka ketika pulang beliau membawa semangat besar rindu dan cinta.

2. Jangan anda memaksakan kehendak agar segera pindah kerja dekat dengan rumah, tapi lakukan dengan bijak dan lembut dan jangan terkesan anda merendahkan keadaan dan keputusannya sekarang. ini bisa membangkitkan harga diri dan percaya diri dan menghargai anda karena anda menghargai beliau.

3. Maaf jika sebelum ini anda justru memaksa kehendak kepada beliau, tidak menghargai beliau atau meremehkan keputusan tetap bekerja di tempat jauh. Maka mohon maaf pada beliau.

4. Kalau beliau bersikap dingin, maka anda yang harus tetap bersikap hangat. Istri yang baik itu adalah yang pandai menutupi kekurangan suaminya. Pertahankan terus sikap hangat anda sampai beliau hanyut dan ikut bersikap hangat pada anda.

Semoga ALLAH memperkuat kersabaran karena kehangatan keluarga anda ada di balik kesabaran itu.

WaLLAHU a'lam

 

 

 



-- Selamet Junaidi