Ibu Tak Merestui Calonku

Pernikahan & Keluarga, 31 Desember 2017

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb

Saya perempuan 25 tahun ustadz. Saya menjalin hubungan dengan seorang pria sudah sejak 5 tahun yang lalu. Dan kami hanya dalam hubungan jarak jauh selama 5 tahun ini. Karena menempuh pendidikan di tempat yang berbeda. Bertemu hanya 2x setahun saat libur semester atau lebaran saja.

Tahun 2016 kemaren saya telah selesai menyelesaikan kewajiban abdi negara saya di daearah terpencil. Dan pria yang ini bermaksud melamar saya agar tidak dalam hubungan LDR lagi. Dengan niat tersebut pria tersbut meminta saya kepada Ayah saya. Ayah saya mengijinkan saya dinikahi pria ini. Namun kendala adalah. Ibu saya tidak menyetujui hubungan kami dan menolak pria tersebut.

Tapi yang tidak pernah terjawab sampai saat ini. Tidak ada alasan konkret yang di paparkan ibu saya kenapa saya harus berpisah dengan pria ini. Beliau tetap tidak menyetujui kami. Itu saja yg beliau sampaikan. Tanpa alasan.

Jujur saya pun sudah memantapkan hati bahwa memang pria ini yang saya pilih sebagai imam. Bagaimana solusinya ustadz? Apakah niat kami salah? Apakah feeling ibu saya yang harus saya ikuti?

Wasalam



-- Nurhalimah (Tangerang)

Jawaban:

Wassalamualaikum wr wb.

Mbak Nurhalimah yang diramati ALLAH SWT.

Sungguh menarik anda menerima beliau jadi calon imam anda kenal dia melalui hubungan jarak jauh dan dia juga mantab meminang anda. Semoga akhirnya jadi sepasang suami istri yang bahagia dunia akhirat.

Kalau ayah sudah setuju ini point penting yang harus anda syukuri. Nah adapun bila ibu belum setuju maka yakinlah dia akan setuju.

Anda jangan menanyakan kepada ibu mengapa beliau tidak setuju. Tetapi anda harus berusaha meluluhkan hati ibunda dengan berbuat baik , dan meyakinkan beliau tentang calon imam anda itu bahkan anda memohon restunya dengan lembut dan penuh harap bila perlu  sambil mengiba dan menangis.

Dan anda mohon pada ayahanda agar bisa meyakinkan dan memantapkan hati ibunda, ini sebenarnya tugas ayah untuk mengkondisikan ibunda agar setuju dengan calon imam anda bahkan beliau yang memperjuangkan agar anda segera menikah dengannya.

Semoga ALLAH yang Maha Kuasa memudahkan terwujudnya impian anda ini.

WaLLAHU a'lam

 

 



-- Selamet Junaidi