Menyampaikan Niat/ Maksud/ Tujuan Di Kemudian Hari

Lain-lain, 11 Januari 2018

Pertanyaan:

Assalamu'alaykum, Admin yth..
Mohon ijin bertanya, ketika kita diam-diam membantu orang lain, dalam hal ini membantu memikirkan konsep kegiatan dakwah, dengan harapan agar orang lain mampu mengambil pelajaran, mampu lebih baik, mampu melihat pola/ tujuan/ manfaatnya (meskipun tidak kita sampaikan maksud bantuan kita).. namun orang lain yang kita bantu tersebut tak kunjung paham, tak kunjung mampu melihat pola/ tujuan/ manfaat dari bantuan kita.. hingga pada titik tertentu, akhirnya kita "membuka suara" dan menyampaikan bahwa bantuan tersebut sebenarnya punya maksud tertentu.. Nah, apakah pada akhirnya bantuan kita tersebut termasuk tidak ikhlas?.. Jazakumullahu khair



-- Hardi (Mojokerto)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudara Hardi yang dirahmati ALLAH SWT.

Ketika anda membatu seseorang dalam dakwah dengan sembunyi-sembunyi atau dari balik layar. Tetapi karena yang anda bantu tadi tidak memahaminya atau tidak sesuai dengan target .Kemudian anda muncul secara terang terangan. Apakah pemunculan diri anda itu ikhlas? InsyaALLAH ikhlas.

Karena amal ikhlas bukan pelakunya tidak diketahui orang lain. Amal ikhlas itu tergantung hati yang di dalam dada, apakah karena ALLAH ketika melakukan amal .

ALLAH SWT meminta ikhlas ketika beramal, ALLAH lantas meminta kita harus menyembunyikan identitas kita.

Bagaimana dengan sholat berjama'ah, haji ,umroh dll. Jelas ketahuan siapa pelakunya. Bahkan ALLAH SWT berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (274)

274. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. QS. AL BAQARAH

WaLLAHU a'lam

 



-- Selamet Junaidi