Konsultasi Pernikahan

Lain-lain, 21 Januari 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum,

Saya ingin menanyakan permasalahan pernikahan yang saya hadapi sekarang, saya menikah sudah 2 tahun lebih dan kami LDR. Suami saya tidak bekerja tapi usaha kecil-kecilan. selama ini komunikasi kami sangat minim, setiap saya pergi saya selalu kasih kabar ke suami tapi setiap suami pergi tidak pernah memberitahu saya, selalu saya yang memulai komunikasi. Jika suami yang memulai dia selalu membicarakan yang membuat saya tidak suka seperti minta isiin flz dan ingin berhutang untuk nambah modal. Sampai kami terus bertengkar suami saya sampai bilang ibu saya matre dan keluarga ibu saya dibilang menghasut saya karna saya tidak mau berhenti bekerja dan ikut sama suami, padahal dari awal nikah saya sudah bilang kalau saya gak bisa ninggalin ibu saya sendiri karena ibu saya tidak mau ikut. Saya sakit hati ibu saya dan keluarga ibu saya dibilang matre dan menghasut saya padahal mereka tidak tau apa2 tentang pernikahan saya, selama pernikahan suami jarang kasih saya nafkah, ibu saya pun tidak tau kalau saya tidak dikasih nafkah karna saya tidak mau membebani ibu saya jadi saya dan ibu hidup dari saya bekerja. Saya berniat ingin pisah dgn suami saya sakit hati dengan perkataannya, apa saya salah?? Mohon pencerahannya karna saya sudah tidak ada hati lagi. Terima kasih



-- Hamba Allah (Tangerang)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudari hamba ALLAH yang dirahmati ALLAH SWT di Tangerang.

Hidup berkeluarga adalah proses yang butuh waktu dan pengorbanan banyak hal. Maka sepasang suami istri harus menyiapkan mentalnya menghadapi permasalahan, problem yang pasti datang.

Demikian pula dengan keluarga anda,

a. Perkuat keshabaran anda menghadapi sikap suami anda.

karena dengan kesabaran anda bisa menjalani proses keluarga menuju kebahagiaan ,hati akan lebih tenang dan bisa memunculkan pikiran yang jernih untuk menjawab setiap persoalan. Bershabar menanti perubahan sang suami.

b. Sikap salah faham suami anda dengan sikap kasih sayang, dan berusaha menjadi perekat antara orangtua dan suami anda. AL Qur'an mendudukkan tugas suami istri adalah pakaian bagi pasangannya, saling menutupi aib dan memperindah penampilan pasangannya ( QS, Al Baqarah; 187 )

c. Tanamkan dalam diri anda bahwa istri bahagia adalah istri yang bisa membahagiakan suaminya dan seluruh kebaikan anda kepada anda kembali kepada anda sendiri sebagaimana firman ALLAH SWT yang artinya:

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya. ( QS. Fushshilat )

 d. Jaga sholat anda yang 5 waktu di awal waktu dan lakukan dengan khusu'. Ini cara kita mendapat ma'unah ALLAH SWT:

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', ( QS. Al Baqarah; 45)

Semoga ALLAH SWT menjaga keluarga anda tetap dalam suasana harmonis

WaLLAHU a'lam

 



-- Selamet Junaidi